PUM Netherlands Dampingi Petani Jatim Dorong Hilirisasi Produk

JATIMPEDIA, Surabaya - Organisasi nirlaba asal Belanda, PUM Netherlands, menggandeng sekitar 20 pelaku usaha pertanian di Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas dan mendorong hilirisasi produk lokal. Pertemuan berlangsung di Graha Kadin Jatim, dihadiri para pelaku usaha dari komoditas kopi, bunga hias, mangga, hingga kayu gaharu.

Dalam kunjungan tersebut, Frank Leenen, Agriculture Sector Manager PUM Netherlands, mengatakan pihaknya ingin membantu pelaku usaha pertanian membangun masa depan yang lebih berkelanjutan melalui transfer pengetahuan dan pengalaman.

“Kami melihat petani dan pelaku usaha di sini sebagai mitra sejajar. Yang terpenting adalah kedekatan dan komitmen untuk bersama-sama membangun,” ujar Frank.

PUM dikenal memiliki jaringan ahli dari Belanda, Belgia, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Mereka tidak memberi bantuan finansial, melainkan pendampingan langsung berupa pelatihan, konsultasi, dan mentoring. Setiap ahli memiliki pengalaman profesional lebih dari 40 tahun di bidangnya.

Frank menjelaskan, pendampingan dilakukan selama 9–10 hari di lapangan, mencakup peningkatan kualitas produksi, manajemen pasca panen, strategi pemasaran, hingga pengembangan sumber daya manusia. PUM menargetkan perusahaan yang telah beroperasi minimal dua tahun dengan 10 hingga 250 pekerja dan omzet tahunan antara 10 ribu hingga 5 juta euro.

“Yang kami cari bukan yang paling besar, tapi yang punya komitmen kuat untuk tumbuh dan memperbaiki diri,” tambahnya.

Selain mendampingi pengusaha, PUM juga ingin bekerja sama dengan sekolah kejuruan dan lembaga pendidikan untuk menumbuhkan generasi muda yang mencintai dunia pertanian.

“Kami ingin menjadi jembatan antara pengalaman global dengan potensi lokal,” kata Frank.

Frank menilai potensi pertanian Indonesia, khususnya Jawa Timur, sangat besar namun belum tergarap optimal. Banyak komoditas bernilai tinggi seperti tanaman kesehatan dan kecantikan masih diekspor dalam bentuk mentah.

“Tantangannya adalah bagaimana nilai tambah itu bisa tinggal di Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, PUM mendorong hilirisasi dan diversifikasi tanaman agar petani memiliki sumber pendapatan lebih stabil.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai pendampingan PUM sejalan dengan upaya memperkuat rantai nilai pertanian daerah.

“Pendampingan seperti ini penting untuk memperkuat hilirisasi, terutama pengolahan pasca panen. Saat panen raya, harga biasanya jatuh, dan di situlah pentingnya teknologi pasca panen,” tegasnya.

Adik menambahkan, beberapa komoditas seperti mangga dan bunga hias berpeluang besar menembus pasar Eropa. PUM akan membantu mendatangkan benih unggul dan memberikan pelatihan manajemen serta pemasaran agar produk Jawa Timur lebih kompetitif secara global.

  

Berita Terbaru

Rossa Jadi Brand Ambassador Changhong

Produsen peralatan elektronik rumah tangga Changhong Indonesia menunjuk penyanyi Rossa sebagai Brand Ambassador eksklusif melalui kampanye bertajuk "Langgeng Be …