JATIMPEDIA, Mojokerto - Pabrik Gula (PG) Gempolkrep PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Mojokerto, Jawa Timur, tengah menghadapi masalah serius akibat rendahnya penyerapan gula di pasar. Akibatnya, puluhan ribu ton gula hasil produksi menumpuk di gudang.
General Manager PG Gempolkrep, Edy Purnomo, mengungkapkan, dari empat periode giling, pabrik telah menghasilkan sekitar 8.000 ton gula dengan kapasitas harian 450 sampai 500 ton. Namun, sebagian besar hasil produksi itu belum terjual.
"Saat ini stok gula menumpuk hingga 35 ribu ton di gudang pabrik," kata Edy kepada wartawan, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran operasional perusahaan, mulai dari biaya transportasi, pembayaran sopir, hingga kebutuhan pendanaan lain. Edy menambahkan, harga lelang gula saat ini dipatok minimal Rp14.500 per kilogram. Namun, lesunya pasar membuat penjualan berjalan lambat.
"Kapasitas giling per hari bisa mencapai 6.500 ton tebu, menghasilkan 450–500 ton gula. Semakin lama tidak terjual, penumpukan akan semakin banyak," ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah untuk memperlancar distribusi, sehingga stok gula bisa terserap dan memberi manfaat tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi perekonomian nasional. "Keberhasilan distribusi sangat penting. Nilai produksi gula nasional mencapai triliunan rupiah. Jika distribusi lancar, petani diuntungkan dan ekonomi nasional ikut terangkat," ucapnya. (sat)
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-12192-35-ribu-ton-gulapetani-menumpuk-di-gudang-pg-gempolkrep-mojokerto