JATIMPEDIA, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Jawa Timur mempercepat program prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), ketahanan pangan, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan di Gedung Setdaprov Jatim, Kamis (21/8), yang turut dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Desa Yandri Susanto, serta para pimpinan BUMN dan kepala daerah se-Jatim.
Khofifah menyebut hingga saat ini terdapat 8.494 KDKMP di Jawa Timur yang sudah berbadan hukum. Sebanyak 8.420 di antaranya merupakan koperasi baru, sementara 74 lainnya merupakan hasil pengembangan. Dari jumlah tersebut, 68 KDKMP sudah mulai beroperasi, dengan 9 menjadi proyek percontohan nasional.
“Kita siap lari cepat sebagai tim penyukses program Presiden agar hasilnya maksimal,” tegas Khofifah.
Selain itu, Pemprov Jatim juga telah membentuk Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG dengan melibatkan 714 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 16.930 petugas. Program ini, kata Khofifah, telah memberi manfaat kepada 1,9 juta masyarakat sekaligus mendorong serapan tenaga kerja, peningkatan UMKM, dan sektor pertanian.
Di bidang ketahanan pangan, Khofifah menekankan pentingnya distribusi beras SPHP ke pasar tradisional agar masyarakat tidak terpaksa membeli beras premium. “Kalau pasokan beras medium tidak ada, itu akan memengaruhi daya beli dan angka kemiskinan,” ujarnya.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi capaian Jatim yang berhasil menuntaskan 8.494 KDKMP. “Bu Gubernur sangat menguasai, luar biasa. Jatim bisa jadi pilot project bagi daerah lain,” kata Zulhas. Ia juga langsung menghubungi Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani untuk mempercepat distribusi beras SPHP ke pasar tradisional.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menambahkan, Jawa Timur menjadi provinsi tercepat dalam pembentukan KDKMP dan bisa menjadi contoh nasional. Sementara Menteri Desa Yandri Susanto menyatakan siap keliling Jatim untuk memastikan KDKMP tepat sasaran. “Kalau Jatim selesai, sepertiga pekerjaan nasional akan tertangani,” tegasnya.(eka)
Editor : indri fitria