JATIMPEDIA Surabaya – Pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang digelar di Surabaya kembali mencatatkan peran penting bagi geliat industri otomotif di Jawa Timur. Sekertaris Jendral Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, menegaskan bahwa ajang ini tidak sekadar menjadi etalase kendaraan baru, tetapi juga menjaga optimisme pasar di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.
Kukuh menjelaskan, mayoritas konsumen di Indonesia masih menempatkan mobil dengan harga di bawah Rp300 juta sebagai pilihan utama. Kondisi ini menjadi sinyal bagi pabrikan dan agen pemegang merek untuk menyesuaikan produk dengan daya beli masyarakat.
Jawa Timur sendiri menempati posisi ketiga terbesar dalam penjualan otomotif nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain itu, provinsi ini juga menjadi basis penting industri komponen dan vendor lokal terbesar di Tanah Air. Dengan latar tersebut, GIIAS Surabaya dipandang relevan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekosistem otomotif di wilayah timur Indonesia.
Lebih lanjut, Kukuh menyebut keberhasilan GIIAS Jakarta sebelumnya menjadi modal optimisme. “Kami yakin pameran di Surabaya akan berkontribusi pada peningkatan penjualan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” katanya.
Berdasarkan catatan GAIKINDO, penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai (EV) telah mencapai 9,7 persen meski masih fluktuatif, sementara kendaraan hybrid stabil di kisaran 8 persen dengan tren pertumbuhan positif. Hal ini menunjukkan kebijakan pemerintah dalam mendorong elektrifikasi mulai berdampak, meski tetap membutuhkan konsistensi dukungan.
Dengan sinergi antara pemerintah, pabrikan, dan vendor lokal, GIIAS Surabaya 2025 diyakini akan menjadi katalis penting bagi industri otomotif nasional, sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu poros strategis otomotif Indonesia.(cin)
Editor : indri fitria