Banyuwangi, JP - Event Gintangan Bambu Festival kembali digelar di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu (27/8). Festival yang dibuka oleh Bupati Ipuk Fiestiandani tersebut berlangsung meriah.
Ratusan warga memadati sepanjang jalan di depan kantor desa, untuk menyaksikan atraksi dan kreatifitas warga membuat kostum berbahan dasar bambu. Festival ini digelar hasil dari gotong royong warga Desa Gintangan. Kostum tersebut diperagakan ratusan peraga mulai anak-anak hingga dewasa. Berbagai model busana yang menonjolkan ornamen bambu dikreasi menjadj konstum khas parade oleh warga Desa Gintangan. Tak hanya batang dan kulit bambu, dedaunan bambu pun disulap menjadi berbagai kostum yang unik, mulai dari kostum bertema etnik hingga futuristik. "Kostum yang saya pakai bertema Damarwulan. Semuanya dari bambu, sementara sayap dan mahkota terbuat dari daunnya," ujar Raka. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, event ini bukan sekadar festival namun menjadi ajang konsolidasi yang baik antar warga. Untuk menyukseskan penyelenggaraannya, warga secara bergotong-royong dan suka rela mengerjakan semua persiapannya. "Metode festival bukan hanya soal promosi daerah, tapi bagian dari konsolidasi modal sosial, warga bersama-sama menyukseskan, dan ini yang tidak ternilai. Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan gotong royong warga Gintangan," kata Ipuk. Gintangan Bambu Festival merupakan salah satu mempromosikan kerajinan bambu hasil kreasi warga Desa Gintangan yang merupakan sentra kerajinan bambu di Banyuwangi. Apalagi desa tersebut berada pada posisi strategis dekat bandara dan pusat kota. Selama ini Desa Gintangan dikenal sebagai sentra kerajinan bambu di Banyuwangi. Produknya bahkan twlah diekspor ke mancanegara. Tak hanya itu, bambu Desa Gintangan ini bahkan telah diekspor ke berbagai negara, seperti Jerman, Maldives, dan lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk mendesain kostum rata-rata berlangsung selama 10 hari. Mulai dari penyiapan bahan baku hingga pembentukan pola dan proses pembuatan. Sementara untuk biayanya rata-rata peraga menghabiskan Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta rupiah yang merupakan biaya swadaya. "Jadi murah karena bambu bisa didapatkan secara mandiri, biaya hanya keluar untuk aksesoris dan pernak-pernik lainnya," ujar Kepala Desa Gintangan, Hardiyono. Menurut Hardiyono Gintangan Bamboo Festival menggairahkan kembali semangat anak muda desa dan tertarik mengikuti event ini. Mereka, lanjut Hardiyono, terkesan dengan uniknya konsep kostum yang menggunakan bambu sebagai material utama. (sat)
Editor :
Aries W
URL : https://jatimpedia.id/news-519-festival-gintangan-bamboo-banyuwangi-berlangsung-meriah Pernikahan usia dini masih menjadi perhatian di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Upaya pencegahan diperkuat melalui edukasi kesehatan reproduksi serta pendamp … Upaya pengamanan aset negara terus diperkuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MOU) dengan … Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui penyediaan sarana produksi, peningkatan jaringan irigasi, serta akses jalan usa … Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp183 triliun atau sekitar 134 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp136 tri … Investasi sektor pariwisata mencapai Rp39,68 triliun pada semester I 2026, tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama 2025. Menteri Pariwisata (Menpar), … PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengangkut 50,75 juta ton barang sepanjang Januari hingga September 2026. Angkutan tersebut didominasi batu bara seba …