Bambang Harjo Dorong Perbaikan Infrastruktur Pasar Tulangan Sidoarjo

JATIMPEDIA, Sidoarjo - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta perbaikan infrastruktur termasuk layanan kebersihan yang ada di Pasar Tulangan, Sidoarjo.

"Kondisi pasar harus sebanding dengan retribusi yang dibayarkan pedagang," kata Bambang di sela melakukan peninjauan ke Pasar Tulangan, Sidoarjo, Senin.

‎Dalam kesempatan itu, ia juga menemukan sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) telah kedaluwarsa masih tetap terpasang di lokasi masing-masing.

"Untuk APAR kami bantu isikan supaya bisa digunakan saat dalam kondisi darurat," katanya.

Ia melihat, harga sejumlah komoditas terpantau relatif stabil seperti harga telur sekitar Rp24 ribu per kilogram, bawang merah Rp25 ribu per kilogram, ayam Rp35 ribu per kilogram, sedangkan cabai berkisar Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.‎

‎Namun, ia menemukan persoalan pada ketersediaan Minyakita di beberapa kios dilaporkan kehabisan stok meskipun pasokan disebut rutin dikirim setiap Sabtu.

‎"Minyakita ini harus ada terus dan cukup. Jangan sampai barang Bulog identik dengan barang jelek. Produk Bulog harus identik dengan barang berkualitas dan tidak boleh kalah dengan produk swasta," katanya.

‎Kabid Pasar Disperindag Sidoarjo Setya Handaka menjelaskan pengelolaan pasar tersebut baru dua bulan diserahkan kepada pemerintah daerah setelah sebelumnya dikelola pihak ketiga.

‎"Ini kemarin pengelolaan pasar dilakukan pihak ketiga. Baru dua bulan ini diserahkan ke pemerintah daerah. Jadi, kalau ada APAR yang kedaluwarsa, nanti bisa kita bereskan pada tahun depan," kata Setya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana peningkatan kualitas pasar agar dapat memenuhi standar pasar ber-SNI pada 2028. Pembenahan fasilitas dan pengelolaan, menjadi salah satu bagian penting dalam mencapai target tersebut.

‎Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo Supriyono menilai keterbatasan anggaran menjadi kendala utama pemeliharaan pasar. Dari total anggaran Rp38 miliar, sekitar Rp28 miliar digunakan untuk belanja pegawai dan operasional.

"‎Dengan demikian, hanya tersisa sekitar Rp8 miliar untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasar di Kabupaten Sidoarjo. Kondisi tersebut dinilai belum memadai untuk membiayai perawatan infrastruktur dan kebersihan pasar secara menyeluruh," katanya.

Editor : Arif

Berita Terbaru