OJK Malang Kenalkan Literasi Keuangan Lewat Permainan Interaktif di BIK 2026

JATIMPEDIA, Malang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menghadirkan cara kreatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan. Edukasi yang biasanya disampaikan melalui seminar atau sosialisasi formal kini dikemas dalam bentuk permainan interaktif pada puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Lapangan Rampal, Kota Malang.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung adalah BIK Financial Passport. Melalui program ini, peserta diajak berkeliling mengunjungi stan berbagai lembaga keuangan, mulai dari OJK, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga pelaku industri jasa keuangan lainnya.

Tidak sekadar mengunjungi stan, masyarakat juga dapat mengikuti beragam permainan bertema keuangan yang disediakan OJK. Konsep tersebut dirancang agar peserta bisa mengenal produk dan layanan keuangan dengan cara yang lebih santai, menyenangkan, sekaligus mudah dipahami.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menegaskan bahwa peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi. Pemahaman yang baik diperlukan agar masyarakat mampu menentukan pilihan dan menggunakan produk keuangan sesuai kebutuhan.

“Inklusi keuangan perlu diiringi dengan literasi agar masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak,” ujar Farid.

Selain menghadirkan Financial Passport, BIK Financial Festival 2026 juga menyasar kelompok usia anak-anak melalui kompetisi BIK Colorfun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan kreatif untuk memperkenalkan edukasi keuangan kepada masyarakat sejak dini.

Semarak acara semakin terasa dengan penyelenggaraan kompetisi BIK Financial Idol dan K-Pop Dance Cover. Beragam kegiatan tersebut berhasil menarik partisipasi lebih dari 4.000 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, OJK bersama Bank Indonesia, LPS, dan industri jasa keuangan berupaya mendekatkan masyarakat dengan layanan keuangan formal. Edukasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran agar masyarakat lebih cermat dalam memilih produk keuangan.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari berbagai risiko, termasuk penawaran investasi bodong, pinjaman ilegal, dan aktivitas keuangan lainnya yang tidak memiliki izin.

Penyelenggaraan BIK 2026 sekaligus menjadi bagian dari kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045. Target tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Editor : Arif

Berita Terbaru