Ribuan Pelajar Kota Madiun Ikuti Geguritan dan Menulis Aksara Jawa

JATIMPEDIA, Madiun  -  Sebanyak 1.588 pelajar SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, ambil bagian dalam Lomba Geguritan, Menulis Aksara Jawa, serta Gerakan Menulis Aksara Jawa yang digelar Dinas Pendidikan Kota Madiun di kawasan Pahlawan Street Center (PSC).

Ribuan pelajar tersebut tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan itu juga menjadi sarana mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga eksistensi bahasa Jawa di tengah perkembangan zaman.

"Tujuannya agar anak-anak, generasi muda kita, tetap nguri-uri basa Jawa dan merasa bangga dengan kebudayaan leluhur," katanya.

Menurut dia, pelestarian bahasa Jawa tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di sekolah. Namun, perlu dibiasakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di dalamnya penerapan unggah-ungguh atau tata krama.

Lismawati menyebut, perubahan zaman membuat penerapan unggah-ungguh di kalangan generasi muda mulai menghadapi tantangan. Karena itu, pendidikan karakter berbasis budaya lokal perlu terus dikuatkan.

"Kita juga membumikan unggah-ungguh. Supaya anak-anak tahu bahwa yang muda harus menghormati yang lebih tua. Tata krama itu harus tetap dijaga," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari persiapan yang dilakukan sebelum lomba. Salah satunya Citra Lestari, siswi kelas VI SDN Kelun. Dia mengikuti lomba geguritan untuk kali pertama.

Citra mengaku sempat grogi dan deg-degan ketika tampil. Namun, rasa gugup itu perlahan hilang hingga akhirnya dapat menyelesaikan penampilannya dengan lancar.

"Agak grogi, deg-degan, tapi akhirnya lancar. Ini baru pertama ikut lomba geguritan," tuturnya.

Sebelum mengikuti lomba, Citra berlatih di rumah maupun di sekolah bersama kepala sekolah. Meski sebelumnya pernah mengikuti lomba puisi, dia mengaku geguritan memiliki tantangan tersendiri.

Sementara itu, peserta lomba menulis aksara Jawa dari SMP Al Muttaqin, Lea Kharezisma Putri Prayogo, juga baru pertama kali mengikuti perlombaan tersebut. Persiapannya dilakukan dengan memperbanyak latihan menulis dan menghafalkan materi.

"Latihannya menulis terus dan latihan menghafal. Tidak terlalu sulit," katanya.

Peserta lainnya, Naj'wa Tanzila Mirojatul Jannah, mengaku harus lebih sering berlatih agar mampu menulis aksara Jawa dengan rapi dan lancar. Dia juga menghafalkan materi dari rumah.

Dalam lomba tersebut, Naj'wa mendapat soal menulis aksara Jawa berupa kalimat "Sepi ing rame, rame ing gawe" dan "Mikul dhuwur mendhem jero".

Menurut dia, lomba tersebut seru, meski sempat merasa gugup karena harus bersaing dengan banyak peserta.

"Seru, tapi ndredek juga karena lawannya banyak," ujarnya.

Editor : Rofiq

Berita Terbaru