Bulog Madiun Target Serap 10.105 Ton Jagung Petani Tahun Ini

JATIMPEDIA, Madiun - Perum Bulog Cabang Madiun menargetkan penyerapan 10.105 ton jagung petani sepanjang 2026. Hingga akhir Agustus, realisasi serapan baru mencapai 4.756 ton atau sekitar 47,06 persen dari target.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan penyerapan jagung terus dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap sekaligus menjaga harga di tingkat petani.

“Pengadaan terus dilakukan oleh Bulog untuk memastikan hasil panen petani terserap sekaligus menjaga harga jagung agar tidak jatuh di tingkat petani,” kata Agung di Madiun, Rabu.

Target penyerapan jagung 2026 tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9.500 ton. Bulog optimistis target dapat tercapai seiring program perluasan areal tanam jagung yang melibatkan petani, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Untuk mempercepat penyerapan, Bulog Madiun aktif memantau titik-titik panen di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.

Pemerintah juga telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung berdasarkan kadar air. Jagung kering pipil yang disimpan di gudang dihargai Rp6.400 per kilogram, sedangkan jagung dengan kadar air 18–20 persen dibeli Rp5.500 per kilogram.

Jagung yang telah diserap Bulog selanjutnya disimpan sebagai cadangan pemerintah dan disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung. Penyaluran tersebut antara lain untuk memenuhi kebutuhan peternak di Ngawi, Ponorogo, dan Blitar.

Bulog Madiun memastikan kapasitas gudang masih memadai untuk menampung stok yang ada maupun hasil penyerapan jagung berikutnya.

Editor : Rofiq

Berita Terbaru