JATIMPEDIA, Surabaya - Searah, perusahaan patungan Petronas Malaysia dan Eni Italia, mempercepat pengembangan proyek East Java Gas Hub untuk menjaga ketersediaan pasokan gas di Jawa Timur. Proyek strategis ini disiapkan sebagai solusi menghadapi meningkatnya kebutuhan industri di tengah tren penurunan produksi gas di wilayah tersebut.
Senior Manager Strategic & Business Planning Manager Searah, Nabil Aswad M Hatta, mengatakan permintaan gas di Jawa Timur terus tumbuh seiring perkembangan sektor industri. Sejumlah pelaku usaha bahkan telah menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama pasokan gas.
"Kebutuhan gas di Jawa Timur terus meningkat seiring pertumbuhan industri. Namun, pada saat yang sama, pasokan gas di wilayah ini mengalami penurunan. Karena itu, kami melihat pengembangan East Java Gas Hub menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi industri di Jawa Timur," ujar Nabil di Surabaya, Selasa (3/11/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Searah mengandalkan pengembangan sejumlah aset migas di wilayah Madura dan sekitarnya, terutama Wilayah Kerja (WK) Ketapang.
Salah satu aset andalannya adalah lapangan Bukit Tua yang hingga Juni 2026 mencatat produksi sekitar 2.997 barel setara minyak per hari (BOEPD) dan gas sebesar 33 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Searah juga melakukan pengeboran sumur baru NZ3 sejak September 2026. Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada November 2026 dan diproyeksikan meningkatkan produksi gas menjadi sekitar 40–41 MMSCFD. Namun, tambahan produksi tersebut diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua tahun.
Karena itu, perusahaan menyiapkan pengembangan lapangan Bukit Panjang sebagai sumber pasokan jangka panjang. Proyek ini telah mencapai keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) pada April 2026 dan memasuki tahap Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC).
Berlokasi sekitar 24,5 kilometer dari platform BTJ-B, Bukit Panjang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028.
"Pengembangan Bukit Panjang menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan gas kami di Jawa Timur. Kami tidak hanya mengejar tambahan produksi dalam jangka pendek, tetapi juga menyiapkan sumber pasokan yang dapat mendukung kebutuhan industri dalam jangka panjang," jelas Nabil.
Melalui pengembangan aset tersebut, Searah menargetkan kapasitas pasokan gas untuk Jawa Timur mencapai 60 MMSCFD pada 2037 dan dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Selain itu, perusahaan memperkuat eksplorasi di WK North Ketapang. Salah satu hasilnya adalah penemuan hidrokarbon melalui pengeboran sumur eksplorasi Barokah-1 pada Februari 2026. Potensi temuan tersebut masih dievaluasi untuk menentukan peluang pengembangan lebih lanjut.
Dari sisi distribusi, Searah telah bekerja sama dengan Petrogas Jatim Utama (PJU) untuk menyalurkan gas kepada PT PLN. Ke depan, perusahaan juga menyiapkan kerja sama dengan PT Arsynergy Resources, termasuk untuk memenuhi kebutuhan gas PT Petrokimia Gresik.
Besarnya peluang pasar gas di Jawa Timur turut membuka potensi investasi baru. Searah memperkirakan kebutuhan investasi tambahan di wilayah ini, khususnya WK Ketapang, mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Angka tersebut merupakan bagian dari rencana investasi perusahaan secara keseluruhan yang ditargetkan mencapai 20 miliar dolar AS dalam lima tahun mendatang.
Dengan pengembangan East Java Gas Hub, Searah berharap dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus memberikan kepastian pasokan bagi sektor industri di Jawa Timur. Upaya ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya tarik investasi kawasan dalam jangka panjang.
Editor : Eka Sapto