JATIMPEDIA, Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang, bersama Food and Agriculture Organization (FAO) membuka penjajakan pasar ekspor pisang mas Kirana ke Singapura. Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan calon mitra dari negara tersebut untuk membahas peluang pemasaran komoditas hortikultura unggulan Lumajang.
Dalam pertemuan itu, sejumlah aspek menjadi pembahasan, mulai dari karakteristik pisang mas Kirana, kebutuhan pasar Singapura, ketersediaan pasokan, daya simpan produk, hingga peluang pelaksanaan pengiriman dalam skala percobaan.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan penjajakan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keunggulan pisang mas Kirana sekaligus memperoleh gambaran mengenai standar dan kebutuhan calon pembeli.
“Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter pisang mas Kirana sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli,” kata Hendra dalam keterangannya, Sabtu.
Menurut dia, peluang ekspor tersebut juga berkaitan erat dengan kesejahteraan petani. Perluasan pasar diharapkan dapat membuka jalur pemasaran baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi petani pisang mas Kirana di Lumajang.
Hendra menyebutkan pisang mas Kirana merupakan pisang lokal premium yang telah memiliki Indikasi Geografis. Karakteristik produk yang khas menjadi salah satu modal untuk memperluas pemasarannya ke pasar internasional.
“Pisang mas Kirana merupakan pisang lokal premium yang sudah memiliki indikasi geografis. Dari sisi kualitas, produk itu memiliki karakteristik yang menarik untuk pasar ekspor, sehingga kami terus mendorong agar potensi tersebut dapat dikembangkan,” ujarnya.
Dari sisi produksi, komoditas tersebut dikembangkan oleh sekitar 629 petani dengan total luas lahan mencapai 238 hektare. Areal tersebut memiliki lebih dari 45 ribu pohon produktif yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Produksi saat ini tercatat sekitar 43,8 ton per bulan. Dengan peningkatan pengelolaan kebun dan produktivitas tanaman, kapasitas produksi diproyeksikan dapat meningkat hingga sekitar 191 ton per bulan.
Meski memiliki basis produksi yang cukup besar, kesiapan pasokan tetap menjadi perhatian dalam upaya menembus pasar Singapura. Calon pembeli tidak hanya membutuhkan volume, tetapi juga menuntut kualitas produk yang seragam serta kontinuitas pasokan.
Karena itu, penguatan pengelolaan di tingkat petani menjadi bagian penting agar produksi mampu memenuhi persyaratan pasar ekspor secara berkelanjutan.
Dari aspek keamanan pangan, hasil pengujian yang disampaikan dalam proses penjajakan menunjukkan pisang mas Kirana memenuhi standar yang relevan, termasuk SNI dan Codex.
“Aspek keamanan pangan dan identitas produk menjadi nilai tambah, sehingga itu kami perkenalkan kepada calon pembeli di Singapura,” kata Hendra.
Dalam pembahasan tersebut juga muncul opsi skema kerja sama pada masa transisi. Calon pembeli nantinya dimungkinkan melakukan kontrak secara langsung dengan koperasi maupun petani, sedangkan proses pengiriman dan pemenuhan persyaratan ekspor pada tahap awal dapat disubkontrakkan kepada eksportir yang telah berpengalaman.
Pisang mas Kirana dikenal memiliki ukuran relatif kecil dan seragam, dengan kulit berwarna kuning keemasan. Buah tersebut memiliki cita rasa manis dan tekstur renyah dengan tingkat kemanisan sekitar 22–29 derajat Brix.
Komoditas khas Lumajang itu juga telah memperoleh Indikasi Geografis yang terdaftar pada 2024, yang semakin memperkuat identitas dan daya saingnya untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas, termasuk Singapura.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-18469-lumajang-tawarkan-pisang-mas-kirana-ke-pasar-singapura-