Rawon hingga Lontong Balap Naik Kelas, Kuliner Surabaya Kini Hadir di Hotel Wyndham Surabaya

JATIMPEDIA, Surabaya - Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang beragam. Mulai dari makanan berat seperti penyetan, rawon, tahu campur, lontong balap, dan tahu tek hingga minuman tradisional seperti angsle, ronde, dan berbagai wedang, ragam cita rasa tersebut kini bisa dinikmati dalam suasana hotel.

Wyndham Surabaya menghadirkan pengalaman tersebut melalui paket makan siang bertajuk "Suroboyoan Business Lunch Buffet" di Tangerine Restaurant. Program ini menyajikan berbagai hidangan khas Surabaya yang dipilih dan dikurasi oleh tim kuliner hotel.

Beragam menu lokal tersebut disajikan dengan tampilan yang lebih elegan tanpa menghilangkan karakter rasa khasnya. Kehadiran paket ini sekaligus menjadi upaya Wyndham Surabaya memperkenalkan kuliner lokal kepada tamu hotel, wisatawan, maupun masyarakat umum.

General Manager Wyndham Surabaya George Wenur mengatakan, kuliner merupakan bagian penting dari identitas sebuah kota. Karena itu, pihaknya ingin menghadirkan cita rasa khas Surabaya dalam pengalaman bersantap yang tetap mengusung standar pelayanan hotel internasional.

"Melalui Suroboyoan Business Lunch Buffet, kami ingin membawa kekayaan rasa Surabaya ke pengalaman bersantap di hotel sekaligus memperkenalkannya kepada lebih banyak tamu dan wisatawan," ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Konsep tersebut lahir dari keberagaman kuliner Surabaya yang menjadi inspirasi Head Chef Wyndham Surabaya Tatang. Ia menilai, kekuatan kuliner Kota Pahlawan tidak hanya terletak pada banyaknya pilihan menu, tetapi juga pada karakter rasa yang kuat.

"Karena memang yang ingin saya angkat dari Surabaya ini adalah pesta kulinernya. Variasi makanannya sangat beragam dan rasanya juga luar biasa. Itu yang ingin saya hadirkan di hotel," katanya.

Menurut Chef Tatang, penyajian menu khas Surabaya di hotel juga memberikan alternatif bagi tamu yang ingin menikmati makanan lokal tanpa harus bepergian ke luar hotel. Ia menyebut karakter kuliner Surabaya turut dipengaruhi berbagai daerah di sekitarnya, termasuk Lamongan dan Madura.

"Saya pakai tema Surabaya karena memang orang mengenal Surabaya sebagai kota dengan masakan yang beragam dan kualitas rasanya juga tidak perlu diragukan lagi. Kita terpengaruh oleh dua kubu makanan, dari Lamongan dan juga Madura, yang sama-sama punya kiblat sendiri-sendiri dan rasanya juga mantap," ujarnya.

Keberagaman tersebut kemudian dituangkan dalam konsep buffet untuk jam makan siang. Chef Tatang melihat waktu makan siang memiliki peluang tersendiri karena pilihan kuliner yang ditawarkan sejumlah tempat justru lebih banyak pada malam hari.

"Saya hadirkan untuk makan siang, karena makan siang justru jarang diolah oleh tempat-tempat lain untuk ditampilkan sebagai pilihan kuliner. Kalau makan malam, pilihannya memang lebih banyak. Tapi kalau siang, orang kadang bingung, 'Aduh, mau ke mana ya? Mau makan apa ya?'" tuturnya.

Tak hanya ingin mengenalkan kuliner khas Surabaya, Chef Tatang berharap program tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan dengan para tamu. Masukan dari pengunjung yang mencoba menu-menu tersebut juga diharapkan bisa menjadi bahan pengembangan sajian khas Surabaya ke depannya.

"Harapan saya yang paling utama adalah saya bisa mendapatkan minimal orang yang mau mencoba dulu, makan dulu, merasakan dulu. 'Oh, enak. Wyndham Surabaya menghadirkan ini dan rasanya enak.' Setelah itu, yang paling utama, mereka bisa loyal dengan saya," katanya.

Editor : Arif

Berita Terbaru