JATIMPEDIA, Situbondo - Masyarakat Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali menggelar tradisi Ojung yang diyakini sebagai ritual untuk memohon hujan sekaligus doa agar masyarakat memperoleh keberkahan rezeki, Selasa (8/9).
Festival Ojung yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Kendit tersebut merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih dilestarikan masyarakat setempat sebagai bagian dari budaya lokal.
Tokoh masyarakat Desa Bugeman Mudassir mengatakan tradisi Ojung tidak sekadar menjadi pertunjukan, tetapi diawali dengan prosesi doa bersama menggunakan hasil panen masyarakat.
"Buah-buahan ditaruh di leghin, lalu didoakan bersama. Harapannya, masyarakat mendapatkan kelimpahan rezeki yang penuh berkah," kata Mudassir saat menjelaskan sejarah singkat tradisi Ojung.
Dalam prosesi tersebut, berbagai hasil panen warga, seperti buah-buahan dan tanaman, dikumpulkan kemudian ditempatkan dalam wadah khusus yang disebut leghin untuk selanjutnya didoakan bersama.
Setelah prosesi doa, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Ojung. Dua peserta saling berhadapan dan menggunakan rotan yang dalam bahasa Madura disebut manjhelin sebagai alat untuk saling memukul.
Peserta dalam permainan tersebut tidak mengenakan baju. Setiap pertandingan berlangsung singkat, dengan masing-masing pemain mendapat kesempatan memukul lawan sebanyak tiga kali.
Pukulan dalam permainan Ojung memiliki aturan dan hanya diperbolehkan mengenai bagian tubuh tertentu, yakni bahu, punggung, hingga pinggang.
Meski terlihat keras, pelaksanaan Ojung tetap mengikuti aturan yang diwariskan secara turun-temurun. Bagi masyarakat setempat, tradisi tersebut tidak hanya menjadi adu ketangkasan, tetapi juga mencerminkan keberanian, ketangguhan, dan semangat persaudaraan.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut Ojung sebagai salah satu tradisi khas Situbondo yang perlu terus dilestarikan.
"Festival Ojung bukan hanya ritual memohon hujan, tetapi juga simbol ketangguhan dan solidaritas masyarakat Situbondo. Untuk tahun depan, kita rencanakan festival ini digelar lebih besar di Alun-alun Situbondo," ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen mendukung berbagai kegiatan kebudayaan yang berkembang dan diwariskan oleh masyarakat.
"Di tengah tantangan zaman, tradisi ini mengingatkan kita untuk bersyukur dan berdoa bersama demi keberkahan masyarakat Situbondo," katanya.
Pelaksanaan Festival Ojung tahun ini turut menarik perhatian warga dari luar Situbondo. Sejumlah masyarakat dari Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi datang untuk menyaksikan tradisi tersebut.
Selain sebagai ritual budaya, Ojung dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas daerah dan solidaritas masyarakat Situbondo.
Editor : Rofiq