JATIMPEDIA, Banyuwangi -Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama dengan bisnis rintisan belanja ramah lingkungan The Partnership for Plastics in Indonesian Society (Pisces) dan Gerakan Banyuwangi Hijau mengembangkan ekosistem produk guna ulang (refill) untuk mengurangi sampah kemasan sekali pakai.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Banyuwangi, Senin, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena fasilitas refill memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
"Setiap kemasan yang tidak menjadi sampah berarti mengurangi beban rumah tangga, petugas, kendaraan, fasilitas pengolahan, hingga tempat pemrosesan akhir," katanya.
Dia mengatakan Program Refill ini sistem pembelian bahan kebutuhan sehari-hari dengan mengisi ulang (refill) produk ke dalam wadah yang dapat digunakan berulang sehingga bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai.
"Melalui sistem ini, masyarakat dapat membeli sabun, detergen, beras, minyak goreng dan kebutuhan lainnya dengan membawa wadah sendiri atau menggunakan wadah yang disediakan alner wadah tersebut dapat dikembalikan untuk dicuci dan diisi ulang," kata Wabup Mujiono.
Director Pisces Susan Jobling dari Brunel University, Inggris mengatakan program itu melengkapi ekosistem pengelolaan sampah sirkular yang telah dibangun di Banyuwangi melalui Gerakan Banyuwangi Hijau dan Project STOP.
Ekosistem tersebut, katanya, mencakup pembangunan TPS3R dukungan armada dan tenaga pengangkutan, penguatan kelembagaan, pembiayaan, serta sistem pengumpulan sampah.
"Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu dan dukungan lintas sektor. Peneliti, sektor swasta dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bekerja bersama," kata dia.
Editor : Rofiq