SKK Migas Ajak Media Bangun Pemahaman Industri Migas yang Akurat dan Berimbang

JATIMPEDIA, Banyuwangi  -Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar Media Gathering di Banyuwangi pada 10–11 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media sebagai upaya memperkuat sinergi antara SKK Migas dan insan pers.

Koordinator Komunikasi SKK Migas, Arief Hermawan, mengatakan Media Gathering menjadi ruang untuk membangun pemahaman bersama mengenai industri hulu migas yang memiliki karakteristik investasi besar, berisiko tinggi, dan membutuhkan teknologi canggih.

"Media Gathering ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Kami ingin ada pemahaman yang sama antara SKK Migas dan teman-teman media. Industri hulu migas ini karakteristiknya modal besar, risiko tinggi, dan butuh teknologi tinggi. Jadi pemberitaan yang akurat dan berimbang itu krusial," ujar Arief, Jumat (11/7/2026).

Menurut Arief, media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap industri hulu migas. Karena itu, SKK Migas terus mendorong kolaborasi dengan media agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang, dan edukatif.

Data Media Monitoring SKK Migas menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdapat 12.560 pemberitaan terkait SKK Migas dan industri hulu migas. Sebanyak 98 persen di antaranya bernada positif dan netral, sedangkan sekitar 2 persen bersentimen negatif. Volume pemberitaan juga mengalami peningkatan dari 1.749 berita pada Januari menjadi 2.603 berita pada Juni.

Untuk memperkuat komunikasi publik, SKK Migas tidak hanya menggelar Media Gathering, tetapi juga rutin menyelenggarakan siaran pers, konferensi pers untuk isu strategis dan laporan tahunan, media briefing, media education, media visit, hingga doorstop. Informasi juga disebarluaskan melalui berbagai kanal digital, seperti akun media sosial @skkmigas.official, @skkmigas.tv, situs resmi SKK Migas, serta Buletin Bumi.

"Kami memantau semua kanal, dari media massa sampai digital. Harapannya, kolaborasi dengan media bisa membantu kami menyampaikan potensi migas Indonesia yang besar kepada publik," kata Arief.

Ia menambahkan, Indonesia masih memiliki potensi besar di sektor hulu migas. Berdasarkan data per 28 Februari 2026, terdapat 159 wilayah kerja migas yang terdiri atas 105 wilayah kerja eksploitasi dan 47 wilayah kerja eksplorasi aktif. Indonesia juga memiliki cadangan minyak terbukti sebesar 2,10 miliar barel dan cadangan gas terbukti mencapai 34,78 TCF. Sementara itu, total aset industri hulu migas mencapai US$70,08 miliar dengan dukungan 649 platform dan jaringan pipa sepanjang sekitar 47,5 ribu kilometer.

Media Gathering di Banyuwangi mengusung semangat #MasifAgresifEfisien dan #BusinessNotAsUsual sebagai bagian dari komitmen SKK Migas dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional.

Arief berharap sinergi antara SKK Migas dan media terus diperkuat sehingga informasi mengenai industri hulu migas dapat tersampaikan secara komprehensif, akurat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain dihadiri jajaran SKK Migas, kegiatan ini juga diikuti Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi Budi Santoso, Senior Manager Relation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Sigit Dwi Aryono, Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations Pertamina Hulu Energi Fitri Erika, Kepala Divisi Program Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi (Forkom) Papua Maluku Pamalu Eko Ariawan Filipus, perwakilan SKK Migas Jabanusa, Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi Dimas Ario, serta perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Mutiara Dinanti

Berita Terbaru