Gubernur Khofifah : Misi Dagang Jatim–Riau Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 1 Triliun

JATIMPEDIA, Pekanbaru - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi itu berhasil membukukan komitmen transaksi sebesar Rp1,066 triliun.

Nilai tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan Misi Dagang Jatim-Riau pada 2020 yang mencatat transaksi Rp362,12 miliar. Menurut Khofifah, capaian itu menunjukkan semakin kuatnya sinergi pelaku usaha kedua provinsi dalam memperluas perdagangan, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta mendorong investasi.

"Misi dagang ini bukan sekadar forum penjual dan pembeli, tetapi juga mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan," ujar Khofifah.

Komitmen transaksi tersebut terdiri atas penjualan Jawa Timur senilai Rp704,88 miliar dan pembelian dari Riau sebesar Rp361,15 miliar. Jawa Timur memasok berbagai komoditas seperti olahan daging, beras, cabai, bawang, pupuk, pakan ikan, kopi, seafood, hingga bibit sapi Madura. Sementara Riau memasok komoditas strategis berupa udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, dan sirip teripang kering.

Khofifah menjelaskan kebutuhan pulp Jawa Timur yang hampir seluruhnya dipenuhi dari Riau menjadi salah satu penyebab neraca perdagangan Jatim masih defisit terhadap provinsi tersebut. Namun, kondisi itu menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua daerah sekaligus peluang memperluas perdagangan dua arah yang lebih seimbang.

Ia juga memaparkan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional. Jawa Timur juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen, serta menyumbang 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.

Khofifah berharap seluruh komitmen transaksi dalam misi dagang ini dapat diwujudkan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan. Selain memperkuat perdagangan dan investasi, sinergi kedua provinsi diharapkan berkembang pada sektor pendidikan, pertanian, peternakan, pariwisata, dan penanaman modal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menyatakan Misi Dagang Jatim-Riau menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antardaerah melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan usaha yang berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi.

Berita Terbaru