Mahasiswa Doktoral IPB Pelajari Manajemen Industri dan Ketahanan Pangan di Bogasari

JATIMPEDIA, Jakarta  - Tujuh mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, melakukan kunjungan akademik ke pabrik PT Bogasari Flour Mills di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendalaman mata kuliah teori manajemen sekaligus melihat penerapannya secara langsung di industri pangan nasional.

Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, para mahasiswa berdiskusi dengan jajaran manajemen Bogasari yang dipimpin Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang. Mereka juga didampingi dosen pembimbing Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc.

Franciscus Welirang mengatakan industri tepung terigu memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Menurutnya, tepung terigu sebagai produk antara telah mendorong tumbuhnya jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan.

"Hampir 70 persen pelanggan Bogasari merupakan UMKM. Industri tepung terigu ikut menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai ekonomi berbagai produk pangan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, tepung terigu juga memiliki fleksibilitas untuk dipadukan dengan berbagai komoditas pangan lokal, sehingga mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Sejumlah mitra UMKM, kata dia, telah memanfaatkan bahan baku lokal seperti salak, durian, buah naga, singkong, hingga aneka kacang-kacangan untuk menghasilkan produk olahan berbasis terigu.

Menurut Franky, sapaan akrab Franciscus Welirang, pengembangan inovasi tersebut terus didorong melalui Bogasari Baking Center (BBC), yang memberikan pelatihan kepada UMKM dan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha di bidang pangan.

Selain berdiskusi mengenai strategi bisnis dan manajemen industri, rombongan mahasiswa juga meninjau laboratorium, area produksi Mill AB, serta dermaga Bogasari untuk melihat proses operasional perusahaan.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa turut menggali berbagai aspek pengelolaan perusahaan, mulai dari strategi pemasaran, tata kelola industri, hingga penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Topik yang dibahas meliputi penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pemanenan air hujan (rain harvesting), pengelolaan sampah, hingga program konservasi mangrove.

Dosen pendamping, Prof. Jono Mintarto Munandar, menilai kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teori manajemen di dunia industri. Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa doktoral dalam memahami tantangan pengelolaan perusahaan secara langsung.

"Kegiatan ini memberikan banyak perspektif baru, baik dari sisi teori maupun praktik manajemen industri yang dapat menjadi bahan kajian akademik," ujarnya.

Berita Terbaru