JATIMPEDIA, Jakarta - Pengelola Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menargetkan peningkatan arus distribusi kargo curah cair hingga sekitar 30 persen sepanjang 2026. Target tersebut diharapkan mampu mendorong volume distribusi dari sekitar 400 ribu ton per tahun menjadi lebih dari 600 ribu ton.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, mengatakan tren pertumbuhan kargo curah cair menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Hingga Mei 2026, realisasi arus curah cair telah mencapai 212,7 ribu ton, meningkat hampir 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 122 ribu ton.
Menurutnya, salah satu faktor yang mendukung optimisme tersebut adalah mulai beroperasinya fasilitas drop tank atau tangki transit yang berfungsi menampung kargo curah cair dari truk sebelum dimuat ke kapal. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses bongkar muat secara signifikan.
Choiron menjelaskan, penggunaan drop tank membuat waktu pemuatan kapal menjadi jauh lebih singkat. Jika sebelumnya proses pemuatan membutuhkan waktu antara lima hingga enam hari, kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hari. Sejak mulai dioperasikan pada Mei 2026, fasilitas tersebut telah digunakan dalam dua kegiatan pemuatan kapal.
PTP Nonpetikemas Bengkulu saat ini mengoperasikan dua unit drop tank yang masing-masing digunakan untuk jenis produk berbeda. Satu tangki diperuntukkan bagi olein, sementara tangki lainnya digunakan untuk stearin dan PFAD (Palm Fatty Acid Distillate). Pemisahan ini dilakukan untuk menjaga kualitas produk karena setiap jenis muatan tidak dapat dicampur dalam satu tangki yang sama.
Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, mengatakan layanan drop tank merupakan bagian dari strategi inovasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan logistik pelabuhan. Sebelumnya, sistem serupa telah diterapkan di Pelabuhan Pangkal Balam dan kini Bengkulu menjadi cabang kedua yang mengadopsinya.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menilai meningkatnya aktivitas pemuatan olein melalui layanan curah cair menjadi indikasi semakin optimalnya peran Pelabuhan Pulau Baai dalam mendukung distribusi komoditas unggulan daerah.
Pelindo bersama seluruh entitas dalam Pelindo Group, lanjut Dimas, terus memperkuat layanan operasional dan infrastruktur pelabuhan guna mengimbangi pertumbuhan kebutuhan logistik. Pengembangan dilakukan tidak hanya pada layanan curah cair, tetapi juga curah kering dan general cargo.
Ia menegaskan bahwa Pelabuhan Pulau Baai memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama distribusi dan perdagangan komoditas Bengkulu. Dengan dukungan berbagai pihak, pelabuhan tersebut diharapkan semakin berperan sebagai pusat logistik yang kompetitif, mendukung distribusi barang ke pasar nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan konektivitas logistik nasional.
Editor : Rizky