Cina dan UAE Tertarik Jajaki Investasi Industri Garam di Sampang

JATIMPEDIA, Sampang -Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM turun tangan memfasilitasi rencana pembangunan industri garam modern di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil menyusul ketertarikan investor global untuk menanamkan modalnya di sektor pengolahan garam wilayah tersebut.

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengungkapkan bahwa terdapat dua negara yang serius menjajaki investasi ini, yaitu Tiongkok dan Uni Emirat Arab.

"Kehadiran investor ini tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat dan petambak lokal, tetapi juga menjadi katalisator penting untuk mempercepat program swasembada garam nasional," ujar Abraham. 

Sampang dinilai cocok untuk pengembangan industri garam skala besar karena beberapa faktor pendukung utama, seperti wilayah ini memiliki kawasan tambak garam yang memadai seluas kurang lebih 1.300 hektare.

Proyek industrialisasi ini tidak akan menggunakan metode tradisional, melainkan menerapkan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) atau daur ulang energi termal.

"Teknologi modern ini menawarkan sejumlah keunggulan signifikan sepeerti mampu memangkas penggunaan uap tradisional hingga 90�n mengandalkan elektrifikasi kompresor untuk menekan emisi karbon secara drastis tanpa pembakaran fosil berkelanjutan," tambahnya.

Saat ini, PT Garam bersama Kementerian Investasi tengah merampungkan studi pra-kelayakan (pre-FS) dan studi kelayakan (FS), termasuk berkoordinasi dengan Pemkab Sampang terkait penyiapan tambahan lahan jika diperlukan. Seluruh rangkaian persiapan hingga penentuan mitra proyek diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun.

Editor : Rizky

Berita Terbaru