JATIMPEDIA, Jakarta – Pasar otomotif nasional kembali diramaikan dengan kabar mengenai rencana kembalinya produksi lokal untuk merek legendaris asal Amerika Serikat, Ford. RMA Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) Ford saat ini dilaporkan tengah menjajaki berbagai kemungkinan strategis, termasuk opsi perakitan dalam negeri.
Langkah ini dinilai penting mengingat persaingan di segmen kendaraan niaga ringan dan sport utility vehicle (SUV) premium, dua lini yang menjadi andalan Ford melalui model Ranger dan Everest, semakin ketat dengan hadirnya para pesaing baru. Selain itu, insentif pemerintah untuk kendaraan yang dirakit di dalam negeri juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pabrikan.
Direktur Regional RMA Indonesia, Roelof Lamberts, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait implementasi fasilitas completely knocked down (CKD) di Indonesia. Fasilitas CKD menjadi jembatan penting bagi sebuah merek untuk meningkatkan daya saing harga melalui efisiensi pajak impor serta pemanfaatan komponen lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Kami akan segera memberikan pembaruan kepada rekan-rekan media segera setelah ada perkembangan lebih lanjut yang bisa kami bagikan," ujar Roelof saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.
Meski demikian, keputusan untuk mendirikan jalur perakitan mandiri memerlukan perhitungan matang terkait proyeksi volume penjualan jangka panjang serta stabilitas pasar domestik. Roelof menyatakan bahwa sejumlah pihak masih terlibat dalam diskusi untuk melihat kelayakan serta potensi realisasi perakitan kendaraan Ford di dalam negeri.
Selain membangun pabrik sendiri, RMA Indonesia juga tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan fasilitas perakitan milik perusahaan lain. Namun, pihak manajemen menegaskan bahwa segalanya masih dalam tahap pengkajian yang komprehensif dan belum bersedia membeberkan linimasa ataupun detail lokasi manufaktur yang tengah dibidik.
Sebagai informasi, saat ini kiprah Ford di Indonesia masih mengandalkan model-model yang diimpor secara utuh atau completely built up (CBU). Kembalinya status perakitan lokal diprediksi tidak hanya akan memangkas harga jual, tetapi juga mengembalikan kepercayaan konsumen setia terhadap komitmen jangka panjang Ford di pasar otomotif nasional.
Editor : Taufiq