Petrokimia Gresik Fokus Kawal Penyerapan Pupuk Subsidi Saat Musim Tanam

JATIMPEDIA, Gresik - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memastikan penyerapan pupuk subsidi selama musim tanam April–September 2026 berjalan optimal. Hingga 10 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi nasional telah mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 9,85 juta ton.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan capaian tersebut menunjukkan distribusi pupuk subsidi semakin efektif setelah pemerintah melakukan penyederhanaan tata kelola penyaluran pupuk subsidi.

“Realisasi penyaluran pupuk subsidi nasional per 10 Mei 2026 mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton. Realisasi tersebut juga tercatat lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Daconi di Surabaya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, penyederhanaan regulasi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang kemudian disempurnakan dengan Perpres 113/2025, serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, menjadi faktor penting dalam mempercepat distribusi pupuk kepada petani.

Selain mendukung penyerapan pupuk subsidi, Petrokimia Gresik juga memastikan ketersediaan stok pupuk tetap aman selama musim tanam. Per 10 Mei 2026, total stok pupuk subsidi yang disiapkan mencapai 219.648 ton, terdiri dari Urea bersubsidi 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, Petroganik 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 sebesar 1.939 ton.

“Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April–September bisa dijalani dengan optimal,” katanya.

Daconi menambahkan, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia terus melakukan pengawasan ketat terhadap jaringan distribusi agar pupuk subsidi tersalurkan tepat sasaran dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia juga mengimbau petani untuk melakukan penebusan pupuk hanya di kios resmi atau Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) guna menghindari produk palsu yang dijual dengan harga murah oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk nasional sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” tutup Daconi.
 
 
 

Berita Terbaru

Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2

Pasca penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang berlaku sejak Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) yang operating company PT Telkom …