JATIMPEDIA, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 di Ruang Bromo, Kantor Pusat Surabaya, Rabu (6/5).
Rapat dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai perwakilan pemegang saham pengendali, bersama jajaran komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah.
RUPS membahas sejumlah agenda utama, antara lain persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penetapan penggunaan laba bersih termasuk pembagian dividen dan tantiem, penunjukan auditor eksternal, pelaporan penggunaan dana obligasi, pengkinian recovery plan, serta perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus.
Dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi kinerja Bank Jatim sepanjang 2025 yang dinilai impresif. Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK) disebut mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan baik serta keseimbangan antara ekspansi dan kualitas.
Ia juga memberikan sejumlah arahan strategis, seperti penguatan posisi sebagai regional champion, optimalisasi Kelompok Usaha Bank (KUB), percepatan transformasi digital, peningkatan pembiayaan sektor produktif khususnya UMKM, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko.
“Bank Jatim tidak hanya harus tumbuh secara kinerja, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa di tengah dinamika ekonomi, perseroan menerapkan berbagai strategi untuk menjaga kinerja, termasuk penguatan dana murah, penyaluran kredit selektif, efisiensi operasional, serta peningkatan transaksi digital.
Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim pada 2025 menunjukkan hasil positif. Aset tercatat sebesar Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen (YoY), dengan laba bersih mencapai Rp1,61 triliun atau naik 24,80 persen. Sementara secara bank only, aset mencapai Rp105,8 triliun dengan laba bersih Rp1,546 triliun—tertinggi di antara BPD di Indonesia.
Memasuki 2026, tren positif berlanjut. Pada kuartal I/2026, laba bersih konsolidasi mencapai Rp661 miliar atau tumbuh 90,41 persen (YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 39,61 persen menjadi Rp2,35 triliun.
Dari sisi intermediasi, hingga Maret 2026 kredit tersalurkan mencapai Rp109,22 triliun (tumbuh 40,85 persen YoY), sementara DPK meningkat menjadi Rp122,80 triliun (naik 37,59 persen YoY).
Dalam RUPS tersebut, Bank Jatim juga menetapkan pembagian dividen sebesar Rp56,62 per saham, meningkat dari tahun sebelumnya Rp54,71. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau 55 persen dari laba bersih 2025, dengan indikasi dividend yield sekitar 9,60 persen.
Selain itu, RUPS menyetujui perubahan nomenklatur jabatan direksi serta pengangkatan pengurus baru, termasuk Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Moh. Nasih sebagai Komisaris Independen.
Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Editor : Rizky