JATIMPEDIA, Gresik - Sepanjang awal 2026, AKR Land mencatat kinerja penjualan yang semakin menguat. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan pada kawasan komersial dan kavling industri, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah Gresik.
Head of Region II AKR Land, Andy Setiawan, menyampaikan bahwa nilai penjualan perusahaan telah melampaui Rp 50 miliar, bahkan mendekati Rp 60 miliar. Capaian tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama dua tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, strategi pengembangan kawasan terpadu yang menggabungkan sektor industri dan komersial menjadi faktor utama di balik kenaikan ini. Selain itu, keberadaan industri smelter di Gresik turut mendorong kebutuhan lahan, baik untuk operasional industri maupun sektor pendukung lainnya.
“Permintaan terbesar berasal dari area komersial dan kavling industri. Pertumbuhan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan menjadi pendorong utama peningkatan penjualan,” ujarnya.
Untuk menjaga momentum tersebut, AKR Land juga menyiapkan sejumlah proyek baru. Salah satunya adalah pembangunan hotel bintang empat dengan konsep modern setinggi 15–20 lantai yang akan mengusung brand Aloft Hotel. Kehadiran hotel ini diharapkan menjadi ikon baru sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan.
Selain itu, perusahaan terus mengembangkan infrastruktur, termasuk pembangunan gate area sebagai akses utama guna mendukung mobilitas penghuni dan pelaku usaha.
Di sisi lain, AKR Land juga menjajaki kerja sama dengan berbagai tenant ritel, baik nasional maupun internasional. Beberapa nama seperti FamilyMart dan jaringan minimarket lainnya tengah dalam tahap penjajakan. Bahkan, terdapat rencana menghadirkan fasilitas hiburan berupa mini bioskop guna menambah kenyamanan kawasan.
Tak ketinggalan, fasilitas kesehatan juga akan diperkuat. Rumah Sakit milik Petrokimia Gresik direncanakan membuka layanan klinik pada tahun ini untuk mendukung kebutuhan kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar.
Editor : Taufiq