JATIMPEDIA, Bojonegoro - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi modern berupa drone untuk pemupukan tanaman padi.
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, turut hadir dalam kegiatan sosialisasi pembinaan ketahanan pangan sekaligus menyaksikan uji coba pemupukan padi menggunakan drone di lahan seluas 50 hektare, milik Kelompok Tani (Poktan) Sido Mukti, Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 0813 Bojonegoro dengan PT Solusi Tani Indonesia (STI), yang menghadirkan inovasi pupuk cair NPK serta teknologi drone sprayer untuk mendukung pertanian modern.
Dalam demonstrasi tersebut, drone berukuran sekitar 1 meter tampak terbang stabil membawa 40 liter pupuk cair, lalu menyemprotkan secara merata ke area persawahan. Seluruh proses dikendalikan otomatis oleh operator melalui remote control, menyesuaikan luas lahan yang telah diprogram sebelumnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Forkopimcam Dander, BPP Kecamatan Dander, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perangkat desa dan penyuluh pertanian.
Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa, pemanfaatan teknologi seperti drone menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian.“Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi, ketepatan pemupukan, serta hasil produksi. Ini juga menjadi bagian dari transformasi pertanian dari cara konvensional menuju pertanian presisi yang lebih modern dan berdaya saing,” ujarnya. Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, kegiatan ini juga selaras dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional maupun daerah.
Ia berharap, penggunaan drone dapat menjadi solusi bagi petani dalam menekan biaya operasional sekaligus menghemat waktu dan tenaga di lapangan.
“Dengan drone, pekerjaan berat bisa dipermudah. Lebih cepat, lebih hemat, dan hasilnya tetap maksimal. Kodim akan terus bersinergi mendukung ketahanan pangan,” tambahnya.
Senada, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut bahwa inovasi teknologi menjadi kunci dalam pengembangan sektor pertanian ke depan. Pihaknya menyambut baik penerapan drone sebagai bentuk adaptasi terhadap kemajuan zaman.
“Pertanian harus terus berkembang. Penggunaan pupuk NPK dan teknologi drone ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas, khususnya tanaman padi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Poktan Sido Mukti, M. Zaenul Mustofa, mengaku sangat terbantu dengan adanya teknologi tersebut. Ia menilai penggunaan drone jauh lebih efektif dibanding cara manual.
“Ini sangat membantu petani. Lebih efisien, hemat tenaga, waktu, dan biaya. Kami berharap teknologi seperti ini bisa terus dikembangkan,” pungkasnya.
Editor : Rofiq