Prol Tape Jadi Primadona

Balik Lebaran, Toko Oleh-oleh di Kota Jember Dibanjiri Pembeli

JATIMPEDIA, Jember  -Momentum arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah membawa berkah bagi pedagang oleh-oleh khas Jember, meski di sisi lain mereka juga mengeluhkan adanya penurunan omzet dibanding tahun-tahun sebelumnya. 


Salah satu yang merasakan kondisi tersebut adalah Toko Oleh-Oleh Citra Rasa Jember yang berlokasi di Jalan Trunojoyo No.17 Kebondalem, Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, yang mengalami lonjakan pembelian dalam sepekan terakhir pasca Lebaran.


Pemilik toko, Aliya Nur Afni, mengatakan bahwa produk khas seperti suwar-suwir, prol tape, hingga tape singkong masih menjadi primadona bagi para pembeli yang mayoritas merupakan pemudik. 


“Yang paling favorit di sini tetap suwar-suwir sama prol tape. Selain itu ada juga tape, tape ketan, edamame, dan kue kacang,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (24/3/2026).


Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pembeli sebenarnya sudah mulai terasa sejak sekitar sepekan sebelum Lebaran. Namun, lonjakan paling signifikan justru terjadi setelah hari raya, tepatnya saat arus balik dimulai. 


Para pemudik yang kembali ke kota perantauan memanfaatkan momen tersebut untuk membeli oleh-oleh khas Jember.


“Seminggu sebelum Lebaran sudah naik, tapi sekarang lebih meningkat lagi karena waktunya orang-orang balik. Banyak yang dari luar kota datang ke sini, lalu dibawa ke daerah asal mereka,” ungkapnya.


Menurut Aliya, pembeli tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Jember, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Jakarta, Jombang, Surabaya hingga Bali. 


Mereka umumnya membeli dalam jumlah cukup banyak untuk dibagikan kepada keluarga maupun rekan kerja di tempat asal.


Dalam kondisi puncak arus balik saat ini, omzet penjualan di tokonya bisa mencapai sekitar Rp6 juta per hari. “Alhamdulillah saat arus balik ini bisa tembus sekitar enam juta per hari,” katanya.


Namun demikian, capaian tersebut diakui belum mampu menyamai kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Aliya menilai, ada kecenderungan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada penjualan oleh-oleh khas daerah.


“Kalau dibandingkan tahun lalu, menurut saya justru turun. Mungkin karena faktor ekonomi, jadi daya beli agak menurun,” ujarnya.


Di tengah kondisi tersebut, para pedagang tetap berupaya mempertahankan kualitas produk dan variasi pilihan agar tetap menarik minat pembeli. 


Hal ini juga dirasakan oleh para konsumen, salah satunya Fathor, pemudik asal Bondowoso, yang sengaja membeli oleh-oleh khas Jember untuk keluarganya.


“Saya mau bawa ke saudara di Kranjingan dan Ambulu. Di sini pilihannya lengkap, jadi bisa menyesuaikan dengan harga,” tuturnya.


Fathor menilai keberagaman produk serta kemasan yang menarik menjadi alasan utama dirinya memilih berbelanja di toko tersebut. 


"Toko oleh-oleh, apalagi bentuk makanan atau jajajan. Ya yang paling diminati menurut saya, daripada hanya cinderamata ya," tuturnya.

Berita Terbaru