SGN Targetkan Giling 14,5 Juta Ton Tebu pada 2026

JATIMPEDIA, Surabaya  - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menargetkan penggilingan tebu mencapai 14,5 juta ton pada 2026 dengan rendemen rata-rata sebesar 7,2% hingga 7,3%.

Target tersebut diharapkan dapat mendorong produksi gula perusahaan hingga 1.071.000 ton sepanjang tahun ini.

Corporate Secretary SGN, Yunianta, mengatakan target tersebut sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Perseroan juga menargetkan laba usaha kotor sebesar Rp1 triliun dan laba sebelum pajak sekitar Rp493 miliar.

“Kami masih optimistis tahun ini karena ada dukungan program pemerintah seperti bongkar ratoon tebu dan program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang diharapkan dapat meningkatkan produksi tebu,” kata Yunianta dalam acara buka bersama media di Surabaya, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan program tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi tebu sehingga target giling 14,5 juta ton dapat tercapai.

Meski demikian, Yunianta mengakui kinerja industri gula SGN pada 2025 belum sesuai target RKAP. Produksi gula tercatat sebesar 882.000 ton, hanya sedikit meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 851.000 ton.

Menurutnya, kondisi iklim basah dan hujan berkepanjangan menjadi salah satu penyebab turunnya kinerja produksi tebu. Kondisi tersebut menyulitkan proses pengangkutan tebu dari lahan sehingga memengaruhi tingkat rendemen.

“Kalau rendemen tebu kita sama seperti 2023, maka produksi gula sebenarnya bisa mencapai sekitar 1 juta ton,” ujarnya.

Selain faktor cuaca, penurunan kinerja juga dipicu turunnya harga tetes tebu dari Rp2.600 per kilogram menjadi Rp1.100 per kilogram. Penurunan tersebut menyebabkan potensi kehilangan pendapatan lebih dari Rp500 miliar.

Di sisi lain, SGN tengah menyiapkan aksi korporasi berupa penggabungan tujuh pabrik gula milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

“Insya Allah akhir bulan ini atau awal April kita sudah signing dengan RNI 1 dan RNI 2 atau RNI baru. Totalnya ada tujuh pabrik gula,” kata Yunianta.

Ia menambahkan, SGN terus berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memperkuat industri gula nasional, terutama terkait kebijakan impor.

“Tahun ini impor gula konsumsi sudah nol, tetapi masih ada impor gula industri sekitar 3,1 juta ton. Harapannya produksi industri dalam negeri dapat terserap.

Editor : Taufiq

Berita Terbaru