JATIMPEDIA, Jakarta – PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan arah strateginya pada 2026 dengan memperkuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan di tengah kondisi pasar otomotif yang semakin kompetitif dan selektif. Pendekatan ini dinilai penting seiring perubahan perilaku konsumen serta dinamika industri otomotif nasional.
Presiden Direktur HPM, Shugo Watanabe, menyebut bahwa industri otomotif saat ini menghadapi berbagai tantangan, sementara ekspektasi konsumen terus berkembang. Dalam situasi tersebut, Honda memilih melihat bisnis secara lebih luas dan tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan baru.
Menurut Watanabe, Honda saat ini memiliki lebih dari 1,2 juta pelanggan di Indonesia yang menjadi fondasi penting bagi strategi perusahaan ke depan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan Honda tidak lagi sekadar berorientasi pada transaksi penjualan, tetapi membangun hubungan berkelanjutan selama masa kepemilikan kendaraan.
Ia menjelaskan konsep tersebut sebagai connecting moment, yaitu hubungan yang terus terjalin antara Honda dan konsumennya, bahkan setelah pembelian mobil pertama. Melalui pendekatan ini, Honda ingin memastikan pelanggan tetap mendapatkan pengalaman positif selama menggunakan produk mereka.
Di tengah perubahan besar dalam industri otomotif, termasuk berkembangnya tren kendaraan listrik, Honda tetap menegaskan identitas mereknya. Watanabe menekankan bahwa nilai utama Honda tetap berpegang pada prinsip timeless, reliable, dan performance. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi sejak awal berdirinya perusahaan dan tetap dipertahankan meskipun industri mengalami transformasi cepat.
Sementara itu, Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, mengungkapkan bahwa pasar otomotif nasional memang mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan tersebut mulai terlihat sejak 2022 dan berdampak pada seluruh pelaku industri, termasuk Honda.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), sepanjang Januari hingga Desember 2025 Honda mencatat penjualan wholesales sekitar 56.500 unit. Angka ini menempatkan Honda di posisi kelima sebagai merek mobil terlaris di Indonesia, meskipun mengalami penurunan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, dari penjualan ritel Honda masih berada di peringkat ketiga dengan capaian 71.233 unit. Meski demikian, angka tersebut turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 103.023 unit.
Penurunan tersebut sejalan dengan kondisi pasar otomotif nasional yang juga mengalami pelemahan sekitar tujuh persen pada periode yang sama. Billy menjelaskan bahwa pada 2025 penjualan ritel Honda lebih tinggi dibandingkan distribusi kendaraan ke dealer sebagai langkah penyesuaian stok di tengah perlambatan pasar.
Menurutnya, strategi Honda pada tahun ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan yang telah mempercayai merek Honda. Menjaga loyalitas konsumen menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi dinamika industri otomotif ke depan.
Editor : Taufiq