JATIMPEDIA, Jakarta -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar operasi angkutan laut Lebaran 2026 dengan menyiagakan 814 unit kapal yang memiliki total kapasitas angkut hingga 3,2 juta penumpang. Angka ini disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan signifikan arus mudik dibanding tahun-tahun sebelumnya
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kesiapan armada dan layanan pelabuhan telah dipastikan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode puncak mudik dan arus balik. "Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran," lanjut Menhub, dikutip Kamis (5/3/2026).
Dudy menambahkan, moda angkutan laut memegang peran strategis, terutama dalam melayani wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, dan perbatasan. Kemenhub juga telah menyiapkan langkah konkret untuk menjamin kecukupan layanan. Proses uji kelaiklautan kapal telah dilakukan, mencakup seluruh jenis kapal, mulai dari kapal penumpang dan penyeberangan (feri) hingga kapal cepat (speedboat) serta kapal tradisional. Pemeriksaan ketat ini bertujuan memastikan standar keselamatan terpenuhi sebelum operasi
"Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar," jelas Menhub.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sekaligus stimulus ekonomi, pemerintah kembali menghadirkan program tiket gratis, dengan kuota lebih dari 66.000 penumpang. Pendaftaran dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan periode keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026. Program serupa telah berjalan selama beberapa tahun dan menjadi andalan bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal PSO PT Pelni kelas ekonomi, yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket. "Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata," jelas Dudy.
Menanggapi hal tersebut, Menhub menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026, seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode mudik dan arus balik tahun ini. "Untuk kesekian kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar," tegasnya.
Ia menekankan, dengan proyeksi peningkatan jumlah penumpang tahun ini, seluruh pihak harus melakukan langkah-langkah antisipatif secara menyeluruh. Langkah tersebut antara lain memastikan kelaiklautan kapal dan keselamatan pelayaran melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap armada, perlengkapan keselamatan, serta kompetensi awak kapal.
Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan harus ditingkatkan, termasuk terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi yang informatif dan mudah diakses masyarakat.
Di sisi lain, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, operator pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan juga harus terus diperkuat. Dudy berpesan agar pelayanan kepada masyarakat diberikan secara humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
"Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya," tegas Menhub.
Editor : Rizky