Tekan Angka Pengangguran, BPS Sampang Dorong Industrialisasi

JATIMPEDIA, Sampang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang menilai pengembangan sektor industri penting untuk menekan angka kemiskinan. Industrialisasi dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara lebih stabil dibandingkan sektor lain.

Tenaga Statistisi Ahli Pertama BPS Sampang, Elsiana Restu Ihsani, menyampaikan angka kemiskinan Kabupaten Sampang tahun 2025 masih tergolong tinggi. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin tercatat 20,1 persen, tertinggi di Jawa Timur.

“Angka tersebut merupakan kemiskinan makro yang dirilis BPS,” katanya, Rabu 21 Januari 2026.

Jika dikonversi, jumlah penduduk miskin di Sampang mencapai sekitar 213 ribu jiwa. Elsiana menjelaskan kemiskinan makro berbeda dengan kemiskinan ekstrem. Data terakhir menunjukkan kemiskinan ekstrem berada di kisaran 15 persen, menurun dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 21 persen.

Ia menambahkan, penentuan penduduk miskin menggunakan pendekatan pengeluaran rumah tangga. Garis kemiskinan Kabupaten Sampang tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp540.000 per orang per bulan.

“Penduduk dengan pengeluaran di bawah angka tersebut dikategorikan miskin,” ujarnya.

Rumah tangga miskin cenderung memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan makanan. Menurut Elsiana, ketergantungan pada sektor pertanian menjadi salah satu faktor tingginya angka kemiskinan.

“Industri menyerap tenaga kerja lebih stabil dan memberi kepastian penghasilan,” tambahnya.

Berita Terbaru

Rossa Jadi Brand Ambassador Changhong

Produsen peralatan elektronik rumah tangga Changhong Indonesia menunjuk penyanyi Rossa sebagai Brand Ambassador eksklusif melalui kampanye bertajuk "Langgeng Be …