Korpri Lamongan Salurkan Bantuan 5 Ton Beras

Pemkab Lamongan Lakukan Kajian Risiko Bencana Banjir Bengawan Jero

JATIMPEDIA, Lamongan -Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan logistik berupa lima ton beras kepada warga terdampak banjir Bengawan Jero di Kecamatan Deket, dan menyiapkan Kajian Risiko Bencana (KRB) sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir.

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara mengatakan bantuan beras tersebut disalurkan melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Lamongan sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

"Hari ini Korpri Kabupaten Lamongan menyalurkan lima ton beras sebagai bantuan logistik untuk wilayah Deket yang terdampak luapan Bengawan Jero," katanya usai penyaluran bantuan di Kecamatan Deket, Lamongan, Jawa Timur, Senin.

Ia menjelaskan, Pemkab Lamongan terus melakukan penanganan banjir secara bertahap, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah telah memperpanjang durasi operasional pompa di pintu Kuro sejak 27 Desember 2025, dari pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga melakukan modifikasi cuaca untuk meminimalisir intensitas hujan agar tidak menambah luapan air di wilayah terdampak.

Sementara untuk jangka panjang, Pemkab Lamongan menyiapkan Kajian Risiko Bencana (KRB) sebagai dasar perencanaan penanggulangan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir Bengawan Jero.

"KRB ini akan menjadi dasar data perencanaan penanggulangan bencana yang efektif, menghasilkan dokumen dan peta risiko sebagai panduan pembangunan yang aman, serta meningkatkan kesiapsiagaan daerah," katanya.

 

Camat Deket Suwanto Sastrodiharjo melaporkan terdapat lima desa di wilayahnya yang terdampak luapan Bengawan Jero. Salah satunya Desa Laladan dengan ketinggian air mencapai sekitar 45 sentimeter.

Ia menyebutkan bantuan logistik dan nonlogistik yang tersedia saat ini dinilai cukup untuk didistribusikan kepada masyarakat, karena selain dari Pemkab Lamongan juga datang dari Kodim 0812, kepolisian, hingga mahasiswa.

"Distribusi bantuan kami fokuskan per desa agar tidak terjadi kesalahan data," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, para kepala desa terdampak juga menyampaikan aspirasi terkait solusi jangka pendek dan panjang. Seluruh aspirasi itu, menurut pemerintah daerah, akan ditampung dan diupayakan terealisasi untuk mengatasi bencana hidrometeorologi di wilayah setempat.

Berita Terbaru