JATIMPEDIA, Sidoarjo -Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mematangkan masterplan penataan kota sebagai dasar penanganan banjir yang terpadu dan berkelanjutan. Penguatan dokumen perencanaan ini dipaparkan di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi.
Pemaparan dihadiri Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, Kepala Bappeda M. Ainur Rahman, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Makhmud, jajaran OPD, para camat, serta tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Tim penyusun mengusung visi besar bertajuk “Menuju Sidoarjo yang SERASI” (Sentosa, Ekologis, Resilien, Aksesibel, Sinergis, dan ber-Identitas), selaras dengan RTRW 2024–2044 dan RPJPD 2025–2045. Konsep ini menempatkan Sidoarjo sebagai wilayah Kota Delta yang memiliki karakter hidrologi khas dan rentan terhadap kombinasi banjir sungai dan rob.
“Sidoarjo ini letaknya paling timur dengan banyak sungai afvoer. Kita harus waspada, karena banjir di sini tidak hanya dari luapan sungai, tetapi juga dipengaruhi air laut pasang atau rob,” ujar Subandi dalam arahannya, Rabu (7/1/2026).
Bupati menilai, masterplan menjadi instrumen krusial untuk menentukan prioritas penanganan banjir yang berbasis data. Ia mencontohkan penanganan banjir layaknya proses diagnosis medis yang harus tepat sasaran sebelum menentukan tindakan.
“Ibarat mengobati orang sakit, kita harus diagnosis dulu penyebabnya melalui masterplan. Dengan pemetaan detail, kita bisa menentukan titik mana yang harus ditangani tiap tahun sesuai kemampuan anggaran,” katanya.
Subandi juga mengakui bahwa tantangan fiskal menjadi salah satu faktor pembatas percepatan program. Saat ini, anggaran penanganan banjir daerah baru mencapai Rp5,8 miliar, sehingga diperlukan perencanaan bertahap yang realistis namun berdampak.
Beberapa wilayah masuk prioritas kajian, antara lain Tanggulangin, Candi, dan Waru yang selama ini menjadi kawasan langganan banjir. Sementara di wilayah perkotaan, fokus diarahkan pada normalisasi saluran yang kini banyak terhimpit bangunan liar di sisi kanan dan kiri.
Ia menekankan, penanganan banjir dan penataan kota bukan sekadar urusan teknis, melainkan kerja bersama lintas pemangku kepentingan. “Semua stakeholder harus terlibat. Dengan grand design ini, kita punya tahapan jelas. Harapannya, ada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dari tahun ke tahun,” ucap Subandi.
Sebagai landasan implementasi, Masterplan Penataan Kota Sidoarjo menetapkan empat sektor intervensi utama, yakni:
Sistem Drainase & Pengendalian Banjir
Rehabilitasi Infrastruktur Jalan
Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan (Sekolah)
Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Integrasi keempat sektor ini diharapkan menciptakan kota yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga resilien terhadap bencana dan selaras dengan daya dukung lingkungan. Dengan pematangan masterplan ini, Pemkab Sidoarjo menargetkan langkah penataan yang lebih presisi, terarah, dan dapat dieksekusi secara bertahap sesuai kapasitas anggaran daerah.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-14168-pemkab-sidoarjo-siapkan-peta-jalan-selesaikan-banjir-berbasis-data