JATIMPEDIA, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri mengapresiasi langkah yang dilakukan Baznas Kabupaten Kediri yang berhasil mengumpulkan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) hingga Rp7,6 miliar selama 2025.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan capaian ini adalah salah satu dari keterbukaan yang dilakukan oleh Baznas sehingga bisa meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan ZIS.
“Ini sangat luar biasa kenaikannya, keterbukaan ini sangat penting karena muzaki, menjadi tahu apa yang mereka sampaikan (ZIS) benar tersalurkan,” katanya setelah bertemu pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di Kediri, Rabu.
Ia menambahkan, pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Hal ini menunjukkan hal yang positif.
Pengumpulan ZIS pada 2025 mencapai Rp7,6 miliar, melampaui 66 persen dari target yang ditentukan oleh Baznas Jatim, yakni Rp4,6 miliar.
Sedangkan pada tahun 2024 dari target pengumpulan ZIS Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu mengumpulkan Rp7,4 miliar.
Bupati juga menambahkan dengan adanya keterbukaan laporan, ketika semua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tiap OPD tertib melakukan penyetoran, target capaian pengumpulan ZIS akan terus meningkat dan lebih banyak masyarakat yang membutuhkan menerima manfaat.
Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM. Iffatul Lathoif mengatakan ZIS yang dikelola didistribusikan untuk berbagai kegiatan seperti pemberian paket bahan pokok dan biaya hidup duafa, pemberian makanan bergizi, kemudian pemberian beasiswa bagi santri dan siswa.
“Kami punya binaan satu keluarga satu sarjana, total kemarin ada 82 binaan, insya allah selanjutnya kami tingkatkan 100,” Gus Thoif, sapaan akrabnya.
Gus Thoif menambahkan, distribusi juga dilakukan untuk beberapa kegiatan lain yakni pemberian biaya hidup fakir dan lansia secara rutin, bantuan marbot, pemberian santunan yatim piatu, bedah rumah/RTLH, bantuan mualaf, sarpras pendidikan, masjid/musala, pemberian biaya transportasi berobat rutin, termasuk pemberian bantuan alat bantu jalan.
Ia mengatakan pengelolaan ZIS oleh Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu di Jawa Timur yang telah dilakukan audit dari auditor Kementerian Agama. Pihaknya bersyukur hasil audit menunjukkan hasil yang baik.
“Untuk Jawa Timur yang siap diaudit salah satunya Kabupaten Kediri, alhamdulillah kemarin secara umum baik," kata Gus Thoif.
Editor : Rofiq