Tahun 2025 Kredit Sektor Properti Tembus Rp 1.000 Triliun

JATIMPEDIA, Jakarta - Kredit properti dihadapkan pada sejumlah tantangan pada tahun 2025, kredit properti berhasil mencatatkan pencapaian dengan nominal penyaluran menembus Rp 1.000 triliun.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang dikutip pada Minggu (4/1/2026), kredit properti sampai dengan November 2025 mencapai Rp 1.002,86 triliun. Angka ini meningkat 5,96% secara tahunan (year on year/yoy) dan tumbuh stagnan dibandingkan bulan sebelumnya.

Dalam perjalanannya pada 2025, pertumbuhan kredit properti sebenarnya terus melambat. Sejak mencatat pertumbuhan tinggi yaitu 11,95% yoy pada Agustus 2024, segmen kredit ini terus menunjukkan pelemahan hingga November 2025 atau merefleksikan perlambatan selama 15 bulan.

Di sisi lain, perlambatan penyaluran kredit properti salah satunya dapat diidentifikasi karena bank yang lebih selektif seiring pemburukan kualitas aset. Rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) kredit properti bergerak naik ke level 3,25% (NPL Nov 24: 2,74%).

Peningkatan NPL terjadi di hampir seluruh jenis kredit properti, mulai dari KPR Rumah Tapak yang sebesar 3,19%, NPL KPR Rumah Susun 3,77%, dan NPL Properti Ruko/Rukan 3,75%. Sedangkan NPL dari Kredit Konstruksi Perumahan tetap tinggi 7,85% meskipun telah menunjukkan adanya perbaikan dari periode-periode sebelumnya.

Meski kredit properti dalam tren menurun, data BI juga bahwa masyarakat tetap mengandalkan pembiayaan bank untuk dapat memiliki rumah. Sumber pembiayaan KPR meningkat dengan cakupan 74,41% per September, lebih tinggi posisi Maret atau Juni. Di sisi lain, pemilikan rumah melalui skema tunai bertahap atau tunai masing-masing sebesar 17,00�n 8,59%.

Sementara Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III-2025 tercatat tumbuh terbatas sebesar 0,84% yoy. Pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan triwulan I atau II-2025 yang masing-masing 1,07% yoy dan 0,90% yoy.

Hampir semua jenis kredit properti mengalami perlambatan. Berikut secara rinci, kredit-kredit properti yang menunjukkan pelemahan kinerja pada November 2025 vs November 2024:

KPR Rumah Tapak: +6,95% yoy (Nov 24: +9,87% yoy)
KPR Rumah Susun: +2,92% yoy (Nov 24: +8,47% yoy)
Kredit Properti Ruko/Rukan: 3,29% yoy (Nov 24: +51,01% yoy)
Kredit Konstruksi perumahan: -2,51% yoy (Nov 24: -4,80% yoy)

Berita Terbaru