JATIMPEDIA, Gresik - Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, kembali memperkuat regenerasi petani nasional melalui Program Taruna Makmur Batch 8 dengan mencetak 55 agronom muda yang siap mendampingi petani di lapangan.
Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus, menyampaikan bahwa para Taruna Makmur merupakan mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi pertanian yang telah mendapat pembekalan di Sekolah Makmur dan diterjunkan langsung sebagai tenaga agronom. Mereka berperan sebagai pendamping petani dalam penerapan budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, serta peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.
Sebanyak 55 Taruna Makmur Batch 8 berasal dari Polbangtan Malang (27 mahasiswa), Politeknik LPP Yogyakarta (13), Polbangtan Bogor (12), dan Polbangtan Medan (3). Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyiapkan SDM pertanian kompeten untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Johanes menegaskan pentingnya regenerasi petani, mengingat lebih dari 70% petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, sementara petani muda masih sekitar 20%. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi kunci membangun pertanian yang modern dan berkelanjutan.
Sejak diluncurkan pada 2022, Program Sekolah Makmur telah memasuki Batch 8 dan mencetak 373 Taruna Makmur. Program ini memberi kesempatan mahasiswa pertanian untuk magang sebagai agronom lapangan selama enam bulan sekaligus berkontribusi langsung bagi kemajuan pertanian nasional.
Editor : Arif