JATIMPEDIA, Gresik – Bea Cukai Gresik menggelar kegiatan sosialisasi kepabeanan yang diikuti puluhan perusahaan pengguna jasa dan penerima fasilitas kepabeanan di Kabupaten Gresik, Senin (8/12).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bea Cukai Gresik ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di lingkungan Bea Cukai.
Kepala Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, membuka acara tersebut dengan menegaskan kembali komitmen jajarannya untuk terus mengedepankan integritas, transparansi, serta layanan yang bebas dari praktik korupsi.
“Peringatan Hakordia bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan pelayanan kepabeanan berjalan dengan akuntabel,” ujarnya.
Sosialisasi ini menghadirkan pemaparan mengenai kepatuhan, prosedur fasilitas kepabeanan, serta dialog interaktif dengan para pelaku usaha. Bea Cukai berharap kegiatan ini dapat membantu perusahaan memahami kewajiban dan aturan pemanfaatan fasilitas, sehingga dapat berjalan optimal dan sesuai ketentuan.
Pada sesi dialog publik, peserta juga mendapatkan informasi mengenai inovasi layanan berupa sistem persuratan digital melalui program piloting.
Ari Purwati, Kepala Kesekretariatan Universitas Airlangga Surabaya, hadir sebagai narasumber untuk menjelaskan manfaat dan implementasi sistem tersebut.
Menurut Ari, penerapan surat digital bertujuan untuk memudahkan proses administrasi, mempercepat alur persuratan, serta mengurangi penggunaan kertas.
Selain efisiensi waktu dan biaya, sistem ini juga dirancang untuk meminimalkan tatap muka guna mengurangi potensi terjadinya transaksi ilegal.
"Inovasi persuratan digital ini sangat bermanfaat. Banyak ruang yang dibuka untuk mempermudah dalam tata kelola serta menutup celah negatif dalam penyelenggaraan persuratan online," tutup Ari Purwati.
Dalam kesempatan ini Kepala Seksi Penyuluhan Layanan Informasi Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono, menegaskan, bahwa penguatan integritas dan peningkatan kualitas layanan tidak hanya dilakukan melalui edukasi, tetapi juga melalui penerapan teknologi yang mendukung transparansi.
Dikatakan, sebagai penyuluh anti korupsi dana rakca dia menyebutkan ada 9 nilai anti korupsi dengan tagline "Jumat bersepeda KK". Ini akronim dari sembilan nilai integritas antikorupsi. Masing-masing Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja keras.
"Dan sistem persuratan online bc gresik ini Bisa masuk adil karena tidak pilih kasih atau diskriminatif. Semua stake holder dilayani. Selain itu menghindari benturan kepentingan yg merupakan awal terjadinya gratifikasi suap dan pemerasan," ujar Eko Rudi Hartono yang juga Penyuluh Anti Korupsi Ditjen Bea Cukai.
Mahrus dari Wilmar Nabati Indonesia mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi piloting dan Hakordia 2025.
"Dalam sistem piloting kami dipermudah dalam hal persuratan digital. Dengan demikian proses persuratan makin cepat dan efisien," ujar Mahrus.
Peringatan Hakordia tahun 2025 diharapkan mampu memperkuat budaya antikorupsi dan kolaborasi positif antara Bea Cukai dan dunia usaha.
Editor : Arif