Kinerja APBN Jatim On the Track Didukung Ekonomi Stabil

JATIMPEDIA, Surabaya - Pada Triwulan III 2025, perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,22 persen (yoy) dan menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua secara nasional. Secara triwulanan, ekonomi Jatim tumbuh 1,7 persen (q-to-q), tertinggi di Pulau Jawa.

Adapun Inflasi Oktober 2025 tercatat 0,30 persen (mtm) atau 2,69 persen (yoy), masih dalam rentang target nasional. "Inflasi Jawa Timur masih tetap terkendali dalam rentang target 2,5+1%, menunjukkan stabilisasi harga yang baik." kata Saiful Islam, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur saat Press Conference ALCo APBN KiTa yang digelar di Gedung Keuangan Negara I Surabaya, Rabu, (26/11/2025). 

Sementara itu, menurutnya, neraca perdagangan Jatim mencatat surplus US$0,91 miliar pada September 2025, tertinggi dalam dua tahun terakhir, dengan ekspor mencapai US$3,33 miliar. Secara kumulatif, Januari–September 2025 mencatat surplus US$1,33 miliar.

Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur juga meningkat menjadi 76,13, pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Saiful Islam juga memaparkan, Realisasi pendapatan negara di Jawa Timur mencapai Rp202,19 triliun atau 71,50 persen dari target Rp282,77 triliun.

Penerimaan perpajakan tercapai Rp194,82 triliun (70,25 persen), sementara PNBP melampaui target dengan realisasi Rp7,37 triliun (135,33 persen). Belanja negara mencapai Rp102,80 triliun atau 80,53 persen, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp32,95 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp69,86 triliun.

Belanja pemerintah pusat terserap 72,47 persen, meliputi Belanja pegawai: Rp20,71 triliun (85,32 persen), Belanja barang: Rp9,05 triliun (63,40 persen), Belanja modal: Rp3,06 triliun (45,19 persen),  dan Bansos: Rp125,32 miliar (90,27 persen). "Secara nominal, alokasi dan realisasi Belanja Pemerintah Pusat hingga triwulan III-2025 relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun secara persentase, penyerapan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2022 dan tahun 2024," katanya. 

Lebih lanjut, anggaran kesehatan terealisasi Rp2,45 triliun (74,02 persen), dengan belanja rumah sakit Kemenhan dan Polri mencapai 77,42 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Adapun Belanja pendidikan mencapai Rp9,44 triliun (67,04 persen).

TKD terserap Rp69,86 triliun (84,99 persen), sedikit terkoreksi 1,3 persen (yoy). DBH tumbuh 29,6 persen, sementara DAU naik 1,3 persen. Namun DAK Fisik, DAK Nonfisik, Insentif Fiskal, dan Dana Desa mengalami kontraksi.

Berita Terbaru