Ekonom Proyeksi Target Penjualan 850.000 Mobil 2026 Bakal Terlampaui

JATIMPEDIA, Jakarta – Target penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit pada 2026 dinilai berpeluang besar untuk terlampaui. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memproyeksikan penjualan wholesales sepanjang tahun ini berpotensi mencapai 900.000 hingga 930.000 unit, didorong oleh promosi akhir tahun, kehadiran model baru, dan ketersediaan pembiayaan setelah pasar memperoleh dorongan dari penyelenggaraan GIIAS.

Menurut Josua, industri otomotif hanya membutuhkan tambahan sekitar 250.500 unit sepanjang September hingga Desember untuk mencapai target tersebut. Dengan demikian, rata-rata penjualan yang diperlukan sekitar 62.600 unit per bulan, lebih rendah dibandingkan realisasi Agustus 2026 yang mencapai 81.756 unit. Ia menilai target Gaikindo relatif moderat karena hanya sekitar 5,8 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan mobil nasional pada 2025 sebanyak 803.687 unit.

Sementara itu, penjualan mobil secara ritel diproyeksikan berada pada kisaran 905.000 hingga 930.000 unit. Proyeksi tersebut didukung oleh pertumbuhan kendaraan elektrifikasi, membaiknya keyakinan konsumen, serta investasi pada sektor kendaraan niaga yang dapat memperbesar peluang pertumbuhan industri. Kinerja ekspor kendaraan bermotor juga berpotensi menjadi penopang tambahan bagi industri otomotif.

Faktor Risiko Masih Membayangi

Meski optimistis, Josua mengingatkan sejumlah faktor risiko masih membayangi pasar hingga akhir tahun. Kenaikan harga BBM nonsubsidi, inflasi, biaya kredit yang tinggi, serta pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya kepemilikan kendaraan dan harga komponen maupun mobil impor.

“Persaingan harga yang terlalu agresif berpotensi menekan keuntungan produsen, nilai jual kembali mobil, dan kesehatan jaringan dealer. Jadi pertumbuhan volume yang tinggi belum tentu identik dengan peningkatan keuntungan industri yang sama besarnya,” jelas Josua.

 

Editor : Taufiq

Berita Terbaru