Malaysia Proyeksi Penjualan 835.000 Unit, Indonesia Targetkan 850.000 Unit

JATIMPEDIA, Jakarta – Lembaga riset BMI memproyeksikan penjualan kendaraan Malaysia mencapai 835.000 unit pada 2026, tumbuh 1,7 persen secara tahunan. Sementara itu, Gaikindo menargetkan penjualan kendaraan Indonesia melebihi 850.000 unit untuk merebut kembali posisi sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN.

Persaingan keduanya semakin ketat dengan selisih proyeksi hanya 50.000 unit. Angka tersebut menjadi margin tersempit dalam sejarah industri otomotif kedua negara. Jika target Indonesia tercapai, pasar Indonesia akan berada setidaknya 50.000 unit lebih tinggi dibandingkan proyeksi Malaysia.

BMI menilai pertumbuhan pasar Malaysia yang melambat dari rekor 820.752 unit pada 2025 bukan disebabkan melemahnya permintaan, melainkan karena tingginya basis perbandingan setelah dua tahun penjualan yang kuat. Model utama dari merek nasional seperti Perodua dan Proton diperkirakan tetap menopang penjualan, didukung kondisi lapangan kerja yang stabil, subsidi bahan bakar, aktivitas promosi, serta peluncuran model baru.

Sementara itu, Indonesia menargetkan penjualan melebihi 850.000 unit setelah dua tahun berturut-turut mengalami kontraksi. Pemerintah dan Gaikindo optimistis target ini dapat tercapai seiring penguatan penjualan sepanjang 2026, termasuk momentum pameran otomotif GIIAS di berbagai kota. Hingga Agustus 2026, penjualan wholesales Indonesia telah mencapai 599.491 unit atau tumbuh 20,1 persen secara tahunan.

Persaingan antara Indonesia dan Malaysia menjadi sorotan karena keduanya merupakan pasar otomotif utama di kawasan ASEAN. Malaysia sempat menyalip Indonesia pada 2025 setelah penjualan wholesales Indonesia turun menjadi sekitar 803.000 unit. Kini Indonesia berupaya kembali memimpin pasar regional.

 

Editor : Taufiq

Berita Terbaru