JATIMPEDIA, Jakarta - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) tegaskan proses penjaminan KUR (Kredit Usaha Rakyat) terus dipangkas dan dipercepat melalui transformasi digital. Dan ini dilakukan sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.
Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Krisna Johan, menyampaikan bahwa sejak awal berdiri Jamkrindo memiliki mandat besar. Yakni untuk memperluas akses pembiayaan UMKM.
“Jamkrindo lahir dan berkembang bersama UMKM. Layanan penjaminan harus mempermudah pelaku usaha, bukan menjadi hambatan,” ujar Krisna dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).
Krisna menjelaskan, sejumlah layanan inti sudah terhubung host to host (H2H) dengan perbankan. Sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat dan efisien.
“Mulai dari penerbitan sertifikat penjaminan, verifikasi data, hingga klaim kini dilakukan secara digital. Dengan digitalisasi ini, kecepatan dan akurasi layanan meningkat signifikan,” katanya.
Sebagai bagian dari transformasi digital, Jamkrindo telah meluncurkan Jaguars (Jamkrindo Guarantee System). Atau platform terintegrasi yang menyatukan seluruh aplikasi operasional penjaminan.
“Jaguars memiliki arsitektur modern yang membuat proses penjaminan lebih efisien, aman, terukur. Dan juga mampu menangani volume yang terus meningkat,” ucap Krisna.
Krisna menegaskan bahwa seluruh langkah pembenahan Jamkrindo sejalan dengan arahan pemerintah dan regulator. Untuk mendorong percepatan akses pembiayaan UMKM.
“Masukan dari DPR dan pemangku kepentingan kami hormati sepenuhnya. Itu menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas layanan dan memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM,” ujar Krisna.
Sebelumnya, Komisi VII DPR mengingatkan Lembaga Penjamin agar tidak mempersulit proses penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM. Dalam rapat bersama, legislator menegaskan kedua perusahaan penjamin tersebut harus menjadi fasilitator.
"Jadi bukan hambatan, bagi usaha kecil yang membutuhkan akses pembiayaan. Askrindo dan Jamkrindo harus menjadi jembatan bagi UMKM, bukan justru menjadi penghalang,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty.
Ia menyebut, banyak aduan yang diterimanya terkait lamanya proses Service Level Agreement (SLA) layanan penjaminan. “Masukan yang saya terima, terutama terkait Askrindo, prosesnya lama dan ribet, dan saya minta ini diklarifikasi,” ujarnya.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-13371-jamkrindo-pastikan-penjaminan-kur-dipermudah-lewat-digitalisasi