JATIMPEDIA, Surabaya - Peningkatan ekosistem ekonomi syariah di lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Dorongan program One Pesantren One Product (OPOP) dinilai menjadi motor utama dalam pengembangan usaha berbasis syariah di kalangan ponpes.
Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Mohamad Ghofrin, menjelaskan bahwa perkembangan halal chain value melalui lembaga syariah di wilayahnya menunjukkan kemajuan yang konsisten. Sejak inisiatif OPOP berdiri tujuh tahun silam, tercatat setidaknya ada 1.410 lembaga ponpes yang sudah memiliki produk untuk dijual.
"Memang sebagian besar merupakan makanan dan minuman (mamin). Tapi, kami melihat ragam usaha ponpes makin beragam. Bahkan, ada yang sudah menjual produk piranti penjualan," ujarnya.
Walaupun jumlah usaha ponpes saat ini masih jauh jika dibandingkan dengan total populasi lembaga ponpes di Jatim, yakni sekitar 7.300 badan, kemajuan tersebut dinilai sejalan dengan semangat gubernur Provinsi Jawa Timur dalam menciptakan unit usaha yang berkelanjutan di ponpes. Oleh karena itu, fokus utama pihak OPOP Jatim lebih pada kualitas daripada kuantitas.
Ghofrin menekankan bahwa ada beberapa pilar utama yang perlu diperhatikan agar produk yang diluncurkan ponpes bisa bertahan dan berkembang. Pilar-pilar tersebut meliputi kualitas sumber daya manusia (SDM), kualitas produk, strategi pemasaran, dan akses permodalan. "Empat pilar itu pula yang menjadi tantangan terbesar bagi ponpes. Pasalnya, ponpes sendiri berangkat dari lembaga pendidikan untuk kaum muslim," katanya.
Meski demikian, ia melihat adanya perubahan signifikan. "Alhamdulillah, sudah ada perubahan. Jadi ponpes bukan lagi sekadar toko, tetapi benar-benar membangun badan bisnis seperti koperasi, CV, atau PT. Sebagian besar memang koperasi karena lebih cocok dengan karakteristik ponpes,' tambahnya.
Editor : Eka Sapto
URL : https://jatimpedia.id/news-13221-ekosistem-ekonomi-syariah-ponpes-di-jatim-makin-dinamis