JATIMPEDIA, Ngawi -
Survei tahun 2024 mencatat prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi sebesar 11 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang mencapai 14 persen dan nasional sebesar 19 persen.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Agus Priyambodo, menyampaikan dari hasil pendataan, sekitar 300 balita masih mengalami stunting. Kasus tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngawi.
“Jadi angka stunting kita itu masih tinggi. Artinya 1 dari 5 balita kita mengalami stunting. Memang kita harus intent,” jelas Agus, Senin (10/11/2025).
Agus menyebut angka prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi sebelumnya tercatat sebesar 17 persen dan turun menjadi 14 persen. Tren positif ini terus berlanjut hingga mencapai 11 persen pada tahun 2024.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan pihaknya menargetkan prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi dapat ditekan hingga satu digit atau di bawah 10 persen pada akhir tahun 2030.
“Kabupaten kita saat ini di angka 11 dan kita cita-citakan nanti di akhir tahun 2030 itu kita sudah 1 digit ya,” lanjutnya.
Untuk mencapai target tersebut, Agus menjelaskan pihaknya gencar melakukan audit kasus stunting dan memperkuat layanan rujukan ke dokter spesialis anak. Selain itu, dilakukan pembagian susu medis khusus serta rujukan ke rumah sakit bagi anak dengan kondisi stunting.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-13118-prevalensi-stunting-ngawi-capai-11-targetkan-satu-digit-di-2030