JATIMPEDIA, Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendampingi proses penanganan musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sepanjang, Sidoarjo, hingga seluruh korban berhasil diidentifikasi dengan tuntas. Hal tersebut disampaikan saat Gubernur Khofifah meninjau langsung lokasi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kepala Basarnas pada Selasa (7/10).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tragis yang menelan korban jiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah, termasuk tim Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan, serta aparat TNI dan Polri, telah dikerahkan untuk memastikan proses evakuasi dan identifikasi berjalan cepat dan akurat.
“Kami pastikan semua korban mendapat penanganan terbaik. Proses identifikasi terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi bersama tim forensik serta pihak keluarga,” ujar Khofifah.
Menteri PUPR juga meninjau kondisi bangunan pesantren untuk memastikan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilakukan setelah tahap evakuasi dan penyelidikan selesai. Sementara itu, Kepala Basarnas menegaskan bahwa tim gabungan masih melakukan pencarian lanjutan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga membuka posko informasi dan layanan psikologis bagi keluarga korban. Gubernur Khofifah menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh kebutuhan korban dan keluarga dapat terpenuhi dengan baik.
“Ini bukan hanya soal tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bentuk kepedulian dan empati kita bersama terhadap keluarga besar Ponpes Al Khoziny,” ungkap Khofifah.
Tag: Khofifah Indar Parawansa, Basarnas, Menteri PUPR, Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Musibah, Identifikasi Korban
Editor : Taufiq