Halodoc Rilis Indonesia Health Insights Report 2025, Angkat Peran Ibu sebagai Wellness Warrior di Keluarga

JATIMPEDIA, Jakarta – Halodoc, sebagai pelopor layanan kesehatan digital, kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga aktif mengangkat isu kesehatan yang krusial bagi masyarakat. Melalui laporan kuartalan Indonesia Health Insights, Halodoc, yang menggandeng lembaga riset global YouGov, menyajikan analisis mendalam mengenai tren dan dinamika kesehatan masyarakat Indonesia. Edisi terbaru laporan ini bertajuk “Wellness Warriors in Silence: Realita, Tekanan, dan Harapan di Balik Peran Ibu dalam Kesehatan Keluarga”, secara spesifik menyoroti betapa pentingnya peran ibu sebagai fondasi tak tergantikan dalam menjaga kesehatan keluarga.


Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menjelaskan bahwa tujuan laporan ini adalah menyoroti isu krusial yang sering terabaikan tersebut. Menurutnya, "wellness warrior" adalah individu dengan multi-peran yang setiap hari berjuang menjaga keseimbangan dan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya. Sosok ibu adalah contoh nyatanya: di tengah peran mereka sebagai istri, pengelola rumah tangga, pengasuh orang tua, hingga pekerja, hidup mereka bergerak cepat, penuh tuntutan, dan sering kali tanpa jeda. Fibriyani menekankan, meski terlihat kuat, para ibu tetaplah manusia biasa yang membutuhkan ruang untuk beristirahat, merasa didukung, dan diperhatikan. Inilah alasan Halodoc menaruh perhatian besar, sebab kesehatan dan ketahanan seorang ibu berbanding lurus dengan kesehatan keluarga dan masyarakat yang mereka jaga.


Laporan ini menghadirkan data tepercaya yang menggambarkan dinamika sekaligus suara publik terkait kesehatan keluarga di Indonesia. Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, mengungkapkan temuan yang menunjukkan bahwa peran ibu sebagai caregiver atau wellness warrior penuh dengan tekanan dan tantangan yang sering tidak terlihat. Data riset menunjukkan bahwa 54% ibu menyebut caregiving sebagai ‘pekerjaan tanpa jeda’, namun pengakuan atas peran besar ini masih jarang diberikan. Lebih lanjut, 74% ibu mengelola urusan layanan kesehatan untuk tiga atau lebih anggota keluarga, dan dari total waktu yang tercurah, 80% didedikasikan untuk mengelola kesehatan anggota keluarga—hanya 17% yang tersisa untuk merawat kesehatan diri sendiri. Hutasoit menegaskan, data ini membuktikan betapa berat beban yang harus ditanggung para ibu dalam keseharian mereka.
Sebagai caregiver utama, para ibu menghadapi berbagai tantangan kesehatan keluarga yang terus berubah. Tren konsultasi di Halodoc memperlihatkan dinamika ini: pada anak usia newborn, keluhan didominasi oleh kesulitan memahami bayi dan masalah kulit; pada anak usia toddler, keluhan lebih erat kaitannya dengan gangguan pernapasan dan diare, serta peningkatan tajam pada vaksinasi; sementara pada anak usia sekolah, ibu berupaya meminimalisasi risiko penyakit menular, dengan munculnya tren gangguan mata dan demam seiring meningkatnya aktivitas sosial. Bagi suami, konsultasi sering terkait keluhan gaya hidup seperti masalah pencernaan (GERD, dispepsia) dan gangguan otot-tulang (muskuloskeletal). Di sisi lain, 51% ibu juga memikul peran sebagai caregiver utama bagi orang tua, dengan gangguan kesehatan yang menonjol seperti nyeri sendi dan penyakit metabolik.


Ironisnya, di balik peran caregiver yang tak kenal lelah, kesehatan personal ibu sering terabaikan. Laporan Halodoc mengungkapkan bahwa 78% ibu mengaku menunda janji medis atau perawatan diri dalam 12 bulan terakhir, bahkan 74% tetap melanjutkan tugas caregiving meski sedang sakit. Masalah kesehatan fisik yang paling sering diabaikan atau ditunda meliputi perawatan kulit, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan seksual dan reproduksi, hingga kesehatan mental. Fakta ini memperjelas bahwa peran ganda yang dijalani ibu sering kali membuat kebutuhan dasar kesehatan pribadi mereka terpinggirkan. Di tengah tekanan ini, hal yang paling didambakan para wellness warrior ini adalah dukungan yang nyata; harapan terbesar bukan hanya terkait biaya, tetapi juga akses yang mudah, dukungan emosional, serta kesempatan untuk memiliki ruang pribadi—seperti terungkap bahwa 37% ibu menilai apresiasi terbaik adalah diberi ruang untuk personal break.


Menutup laporan, Fibriyani Elastria menyatakan bahwa temuan-temuan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi para ibu bukanlah persoalan individu, melainkan tantangan bersama yang membutuhkan dukungan nyata. Hal inilah yang menjadi landasan kuat bagi Halodoc dalam menghadirkan kampanye #ImperfectMom, untuk mendorong perubahan cara pandang masyarakat bahwa menjadi ibu tidak harus selalu 'sempurna'. Halodoc meyakini, yang lebih penting adalah bagaimana ibu merasa didukung, dihargai, dan memiliki ruang untuk menjaga kesehatan dirinya sendiri. Misi dan komitmen Halodoc adalah simplifying healthcare untuk masyarakat luas, dengan menghadirkan ekosistem lengkap yang didukung lebih dari 20.000 tenaga medis terpercaya, sehingga dapat menjadi sistem pendukung yang memberdayakan dan memudahkan peran keseharian wellness warriors dalam menjaga kesehatan keluarga sambil menjaga kesehatan pribadi mereka. (raf)

Berita Terbaru