Tradisi Siraman Gong Kiai Pradah, Ritual Berharap Keberkahan

JATIMPEDIA, Blitar - Agenda tahunan di Kabupaten Blitar kembali digelar, yakni siraman Gong Kiai Pradah yang berlangsung pada Sabtu (6/9/2025) siang di Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan.

Siraman Gong Kiai Pradah merupakan agenda rutin dan tradisi yang digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh ratusan warga Kabupaten Blitar yang berharap bisa mendapat keberkahan dari air dan bunga bekas memandikan Gong Kiai Pradah.

Salah satu pengunjung bernama Marsini warga Desa Binangun rela datang lebih pagi, dan berdesak-desakan dengan ratusan pengunjung lain agar bisa mendapat air dan bunga bekas memandikan Gong Kiai Pradah.

Ia percaya bahwa air dan bunga bekas memandikan Gong Kiai Pradah bisa membuat usaha taninya panennya bagus dan mendapat keberkahan sehat.

"Semoga bisa dapat berkahnya gitu, air dan bunga bekas siraman saya campur untuk pupuk. Supaya tanaman tani saya subur dan nanti panennya bagus," ucapnya, Sabtu (6/9/2025).

Sementara itu, Deni pengunjung lain juga mengaku hal yang sama. Dia percaya bahwa air dan bunga bekas memandikan Gong Kiai Pradah bisa menjadikan sebagai tolak bala berbagai penyakit.

"Supaya dapat berkahnya dan tolak balak penyakit," kata dia.

Perlu diketahui, prosesi siraman Gong Kiai Pradah berlangsung di bangunan panggung ditengah Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Prosesi diawali dengan Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda naik ke atas bangunan tersebut dan melakukan prosesi siraman atau Gong Kiai Pradah.

Kemudian, air dan bunga bekas memandikan Gong Kiai Pradah dilempar kepada warga yang ada dibawahnya. (sat)

Berita Terbaru