JATIMPEDIA, Banjarnegara – Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, menggelar lomba kentang raksasa dalam program Pestani Dieng Raya di Desa Kasimpar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Acara yang digelar bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional ini diikuti 175 petani dari wilayah Dieng Raya.
Komisaris Utama Petrokimia Gresik, Suhardi Alius, menuturkan bahwa seluruh peserta telah dibekali pengetahuan teknis budidaya kentang sesuai standar Good Agriculture Practice (GAP) dengan memanfaatkan produk unggulan perusahaan. “Kami ingin kegiatan ini memantik minat generasi muda untuk terjun ke pertanian, sekaligus menegaskan Jawa Tengah sebagai salah satu sentra kentang yang menopang kebutuhan nasional,” ujarnya saat sesi awarding.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menambahkan bahwa lomba ini menjadi stimulus bagi petani untuk mengoptimalkan teknologi budidaya sehingga menghasilkan kentang berukuran besar dengan produktivitas tinggi. “Dengan hasil panen yang meningkat, kesejahteraan petani pun bertambah. Ini bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung swasembada pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita,” ungkapnya.
Kegiatan bertajuk Panen Raya & Apresiasi Juara Lomba Kentang Raksasa ini merupakan puncak rangkaian lomba yang berlangsung sejak April 2025, melibatkan petani dari lima kabupaten yakni Pekalongan, Banjarnegara, Batang, Wonosobo, dan Magelang. Para petani menggunakan rekomendasi pemupukan berimbang produk Petrokimia Gresik, seperti NPK Phonska Lite, ZA Plus, dan Phonska Cair.
Dalam ajang ini, petani asal Wonosobo sukses menyabet Juara 1 dan 3, sementara Banjarnegara meraih Juara 2. Hasil panen Juara 1 tercatat mampu meningkatkan produktivitas hingga hampir 10 persen, dari 16,5 ton/ha menjadi 18 ton/ha. “Artinya, lomba ini tidak hanya menghasilkan umbi berukuran raksasa, tapi juga memberi dampak nyata pada peningkatan hasil panen secara keseluruhan,” jelas Adityo.
Selain lomba utama, Pestani Dieng Raya juga menghadirkan kompetisi Best Content sebagai apresiasi bagi peserta yang mengabadikan momen secara kreatif dalam bentuk konten digital, dengan kategori “Si Paling Aktif” dan “Si Paling Kreatif”.(cin)
Editor : indri fitria