JATIMPEDIA, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2024 mencatatkan inflasi 0,08% secara bulanan atau month to month (MtM).
IHK akhirnya mencatatkan inflasi setelah terjadi deflasi selama lima bulan beruntun atau sejak Mei hingga September 2024.
Baca juga: SNLIK : 62,51 Persen Masyarakat Tahu Simpanannya di Bank Dijamin
Adapun, inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,71�n inflasi kalender (year to date) sebesar 0,82%.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia A. Widyasanti mengungkapkan, inflasi Oktober 2024 mengakhiri deflasi selama lima bulan beruntun.
Baca juga: Transaksi di Marketplace Melonjak 35,13 Persen pada Kuartal II-2026
"Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi 0,94�n memberi andil inflasi 0,06%," kata Amalia, Jumat (1/11/2024).
Adapun, komoditas dominan dorong inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan yang beri andil 0,06%. Juga daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,04%, bawang merah dengan andil inflasi 0,03%, tomat dan nasi dengan lauk dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%.
Baca juga: BPS : Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen di Triwulan II-2026
"Kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam ras memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%," ungkapnya.
Sebanyak 28 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sedangkan 10 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku sebesar 0,65%. Sementara itu, deflasi terdalam terjadi di Maluku Utara sebesar 1,65%. (raf)
Editor : Ferdian