JATIMPEDIA, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2024 mencatatkan inflasi 0,08% secara bulanan atau month to month (MtM).
IHK akhirnya mencatatkan inflasi setelah terjadi deflasi selama lima bulan beruntun atau sejak Mei hingga September 2024.
Baca juga: Ekspor Jatim Turun, Impor Naik, Defisit Perdagangan Capai 3,44 Miliar Dolar AS
Adapun, inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,71�n inflasi kalender (year to date) sebesar 0,82%.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia A. Widyasanti mengungkapkan, inflasi Oktober 2024 mengakhiri deflasi selama lima bulan beruntun.
Baca juga: Inflasi Jatim Naik Jadi 3,33 Persen, Sumenep Jadi Daerah dengan Kenaikan Tertinggi
"Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi 0,94�n memberi andil inflasi 0,06%," kata Amalia, Jumat (1/11/2024).
Adapun, komoditas dominan dorong inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan yang beri andil 0,06%. Juga daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,04%, bawang merah dengan andil inflasi 0,03%, tomat dan nasi dengan lauk dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%.
Baca juga: BPS : Pendidikan Jadi Penyumbang Inflasi Kediri pada September 2026
"Kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam ras memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%," ungkapnya.
Sebanyak 28 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sedangkan 10 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku sebesar 0,65%. Sementara itu, deflasi terdalam terjadi di Maluku Utara sebesar 1,65%. (raf)
Editor : Ferdian