JATIMPEDIA, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 394,4 juta pelanggan KAI Group sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut tumbuh 7,06 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang mencapai 368,4 juta penumpang.
Vice President of Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan didorong layanan kereta jarak jauh dan perkotaan. Mobilitas masyarakat di Jawa Timur turut menjadi salah satu penopang kinerja tersebut.
Baca juga: KAI Daop 7 MoU Hukum dengan Kejari Kabupaten Kediri
“Pertumbuhan ini didorong oleh dua ekosistem layanan, baik kereta jarak jauh maupun perkotaan. Kami melihat mobilitas masyarakat di Jawa Timur sebagai salah satu penopang utama,” ujar Anne, saat di Surabaya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Baca juga:Emil Soroti Dampak Pemadaman Bergilir Terhadap Keselamatan dan Pelayanan
Secara nasional, KAI Commuter melayani 312,3 juta penumpang atau tumbuh 6,38 persen. KA jarak jauh dan lokal KAI mencatat 43,9 juta penumpang, LRT Jabodebek 24,7 juta, Whoosh 4,57 juta, sedangkan KAI Wisata tumbuh 39,43 persen menjadi 234 ribu pelanggan.
Hingga September 2026, Daop 8 Surabaya melayani 17,64 juta penumpang atau meningkat 8,27 persen. Jumlah tersebut terdiri atas 4,85 juta pelanggan KA jarak jauh, naik 7,68 persen, serta 12,79 juta pelanggan Commuter Line Area VIII, meningkat 5,42 persen.
Anne menyebut Daop 8 Surabaya juga menjadi bagian dari pengembangan inovasi layanan perkeretaapian. Balai Yasa Surabaya Gubeng mengembangkan dan memodifikasi Nusantara Explorer, rangkaian 12 kereta yang dilengkapi kabin tidur, lounge, restoran, dan fasilitas pendukung.
Secara nasional, layanan kereta Panoramic melayani 158.445 pelanggan atau tumbuh 59,40 persen dibandingkan 2025. Sementara itu, KA jarak jauh Daop 8 melayani 71.418 pelanggan warga negara asing, meningkat 9,97 persen.
Baca juga: KAI Angkut 50,7 Juta Ton Barang hingga September 2026, Petikemas Naik 19,57 Persen
Untuk angkutan barang, Daop 8 mengangkut 2,26 juta ton barang nonbatu bara, menjadikannya peringkat kedua setelah Daop 1 Jakarta. Secara nasional, KAI mengangkut 41,8 juta ton batu bara dan 9,1 juta ton barang nonbatu bara.
Dari sisi keselamatan, Daop 8 mencatat 435 perlintasan sebidang, terdiri atas 140 perlintasan dijaga Dishub atau pemerintah daerah, 130 oleh KAI, 47 secara swadaya masyarakat, dan 13 oleh pihak swasta. Sebanyak 105 perlintasan lainnya belum terjaga.
“Saat ini sudah ada 40 fly over dan underpass, dengan rincian 33 fly over dan 7 underpass. Untuk 2026, kami menargetkan penanganan 23 titik berupa 16 penutupan dan 7 penyempitan perlintasan,” jelas Anne.
Layanan KAI juga menjangkau Sulawesi Selatan melalui KA Makassar–Parepare. Hingga September 2026, kereta tersebut melayani 253.547 penumpang, tumbuh 10,78 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 228.876 penumpang.
Baca juga: Sambut Gandrung Sewu 2026, Penumpang Pesawat dan Kereta Disambut Tari Gandrung
Anne menambahkan, ketepatan waktu perjalanan KA Daop 8 Surabaya pada September 2026 mencapai 99,84 persen untuk keberangkatan dan 95,85 persen untuk kedatangan. Secara nasional, ketepatan waktu KA penumpang mencapai 97,31 persen dan KA barang 90,48 persen.
Kinerja KAI Group juga tercermin dari pertumbuhan sejumlah layanan lain. Divre II Sumatera Barat mencatat pertumbuhan penumpang tertinggi sebesar 22,21 persen menjadi 3,46 juta pelanggan, sedangkan Daop 4 Semarang mencatat pertumbuhan pelanggan warga negara asing tertinggi sebesar 15,37 persen.
KAI menyatakan pengembangan layanan penumpang, angkutan barang, inovasi kereta wisata, serta penanganan perlintasan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, keselamatan perjalanan, dan distribusi barang.
Editor : Rizky