JATIMPEDIA, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dengan membekali personel lintas cabang melalui pembinaan dan sertifikasi pemadam kebakaran. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mencegah serta melakukan penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan kesiapan sumber daya manusia merupakan salah satu unsur penting dalam membangun sistem keselamatan yang efektif. Menurutnya, personel perlu memiliki pemahaman terhadap potensi risiko serta kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
Baca juga: ASDP Ungkap Strategi Urai Antrean Ketapang-Gilimanuk, Keselamatan Jadi Prioritas
“Keselamatan tidak hanya dibangun melalui ketersediaan sarana dan prosedur, tetapi juga kesiapan personel dalam memahami risiko dan mengambil tindakan yang tepat,” kata Windy di Jakarta, Senin.
Kegiatan yang berlangsung pada 12-22 September 2026 di Kantor Pusat ASDP tersebut diikuti personel dari Cabang Merak, Bakauheni, Ketapang, Balikpapan, Ternate, Ambon, serta Kantor Pusat.
Selama program, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik terkait pencegahan dan penanganan kebakaran. Materi yang diberikan meliputi identifikasi potensi bahaya kebakaran, sistem proteksi kebakaran, penggunaan peralatan pemadam, prosedur tanggap darurat, hingga pertolongan pertama.
Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan praktik lapangan, peserta akan mengikuti ujian sertifikasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
“Melalui pembinaan dan sertifikasi ini, kami ingin memastikan personel memiliki kemampuan yang memadai untuk merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Windy.
Baca juga: Kemenhub Izinkan Mobil Listrk Naik Kapal Ferry, Ini Ketentuanya
Menurut Windy, pembekalan melalui praktik lapangan menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi darurat.
Penguatan kompetensi tersebut merupakan bagian dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan ASDP. Penerapan SMK3 diarahkan untuk mencegah dan mengurangi risiko kecelakaan kerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Dalam penanggulangan kebakaran, upaya keselamatan tidak hanya mencakup pemadaman api. Aspek tersebut juga meliputi pengendalian potensi bahaya, penyediaan sistem deteksi dan alarm, ketersediaan peralatan pemadam dan evakuasi, pembentukan unit penanggulangan kebakaran, serta pelaksanaan latihan secara berkala.
Baca juga: Antrean di Pelabuhan Ketapang Capai 12 Km, Kendaraan Mengular hingga Watu Dodol
Windy berharap keterlibatan personel dari berbagai cabang dapat memperluas penguatan kesiapsiagaan di seluruh wilayah operasional ASDP. Kompetensi yang diperoleh melalui program tersebut juga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di masing-masing unit kerja.
“Respons awal yang cepat dan tepat sangat penting untuk melindungi pekerja, pengguna jasa, maupun aset perusahaan,” tutur Windy.
Melalui peningkatan kompetensi personel secara berkelanjutan, ASDP terus memperkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna mendukung keselamatan, keberlangsungan operasional, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat
Editor : Rizky