JATIMPEDIA, Sumenep - Puskesmas Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus menggencarkan pelaksanaan imunisasi massal. Imunisasi ini untuk menekan penyebaran kasus campak di Kabupaten Sumenep yang berstatus kejadian luar biasa (KLB).
Jika sebelumnya imunisasi massal fokus kepada setiap sekolah dan memaksimalkan keberadaan Posyandu, sekarang dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah. Tujuannya, untuk memaksimalkan capaian sasaran.
Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Siapkan Promo Kemerdekaan
"Dari awal kami sudah menyiapkan micro planning agar pelaksanaan vaksinasi bisa menjangkau semua sasaran," ujar Kepala Puskesmas Pamolokan, drg. Novia Sri Wahyuni, Senin (1/9/2025).
Dijelaskan, strategi door to door diterapkan guna mengatasi kendala anak yang tidak dapat hadir di sekolah atau pos imunisasi. Dengan langkah ini semua anak diharapkan dapat terimunisasi.
Baca juga: PLN Bergerak ke Pulau Gili Iyang, Pastikan Tak Ada Gangguan Listrik Saat HUT RI
"Cara (door to door) ini cukup efektif, karena tidak semua anak bisa datang ke sekolah atau pos imunisasi," ujarnya.
Puskesmas Pamolokan menargetkan imunisasi terhadap 4.250 anak yang tersebar di sembilan desa wilayah Kecamatan Kota. Hingga kini, sekitar 2.000 anak telah berhasil mendapatkan vaksin campak.
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Insinerator, Residu Sampah Sapeken Tak Lagi Dibawa ke Daratan
"Targetnya semua sasaran bisa terpenuhi sesuai jadwal. Kita memiliki waktu dua minggu sejak dimulai 25 Agustus lalu," Kata Novia tegas.
drg. Novia berkomitmen melaksanakan imunisasi massal secara maksimal. Pihaknya juga menginbau masyarakat berperan aktif dalam mendukung program tersebut. (sat)
Editor : Satriyo