Pemkot Kediri Komitmen Perkuat Ekosistem Halal
JATIMPEDIA, Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, memperkuat ekosistem halal di kota tersebut dengan memperluas jangkauan penetapan zona khas kuliner halal.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Kamis, mengatakan Kota Kediri mempunyai zona khas untuk kuliner halal yakni di Soto Bok Ijo Tamanan, Kota Kediri.
“Tahun ini Kota Kediri menghadirkan inovasi dengan menjadikan Food court Kediri Town Square (Ketos) sebagai zona khas pertama di dalam pusat perbelanjaan di Indonesia,” katanya di Kediri.
Ia mengatakan dengan zona khas di pusat perbelanjaan tersebut menjadi salah satu kebanggaan bagi Kota Kediri. Selain melindungi konsumen dengan jaminan halal, aman dan sehat, keberadaan zona tersebut juga menambah daya tarik pusat perbelanjaan, mendorong tumbuhnya UMKM kuliner, serta memperkuat citra Kediri sebagai kota ramah wisatawan Muslim.
“Lebih dari itu dengan hadirnya zona khas di pusat perbelanjaan, kami ingin menunjukkan bahwa halal bukan sekedar label. Tetapi gaya hidup yang bisa hadir dengan nyaman di ruang publik modern. Insya-Allah ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana ekosistem halal tumbuh di Kota Kediri,” katanya.
Vinanda mengatakan di Kota Kediri dalam membangun ekosistem hala dilakukan dengan berbagai langkah kolaboratif, mulai dari penguatan zona khas kuliner halal, pengembangan kampung halal yang melibatkan UMKM, fasilitasi sertifikasi halal melalui Halal Center Uin Syekh Wasil, hingga festival halal yang diselenggarakan setiap tahun.
Kegiatan festival halal tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan dan investor.
Menurut dia, hingga saat ini ribuan pelaku usaha kuliner di Kota Kediri sudah tersertifikasi halal. Bahkan melampaui target yang ditetapkan.
“Selain itu, pesantren di Kota Kediri juga turut berperan aktif dalam penguatan ekonomi umat melalui koperasi pesantren dan unit-unit usaha produktif. Kehadiran lembaga keuangan mikro syariah, termasuk BMT, KSPPS hingga bank wakaf mikro semakin memperkokoh ekosistem keuangan syariah di Kota Kediri,” katanya.
Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda, menambahkan bahwa ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi bisnis, tetapi juga jalan untuk menghadirkan keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Kota Kediri, ujar dia, membuka diri untuk terus belajar, berbenah dan berkolabolarasi dengan semua pihak. Termasuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Timur.
“Tentunya harapan besar kami Kota Kediri bisa menjadi salah satu contoh kota yang konsisten membangun ekonomi syariah yang berdaya saing. Sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Pemkot Kediri juga memberikan apresiasi atas kunjungan tim verifikasi lapangan Syariah Award Jawa Timur 2025 di Kota Kediri. Pemkot memaparkan berbagai program ekosistem halal.
Wadir Eksekutif I KDEKS Jatim Abdul Mongid mengatakan mereka berharap makin banyak program pengembangan ekosistem halal di kota itu.
“Harapan kami semakin banyak lagi program yang bagus apalagi di sini punya potensi besar di pengembangan wisata,” ujar dia. (sat)